Polisi Bekuk Pengedar Sabu

Diterbitkan oleh pada Kamis, 8 Januari 2015 06:14 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.951 kali ditampilkan

KARIMUN - Polsek Kundur merupakan polsek pertama di Se-Karimun yangmensukseskan program Kapolres Karimun dalam menumpas Narkoba diKarimun. Seperti yang dicanagakan Kapolres Karimun berapa waktu laluKarimun Sehat Bersih dari Narkoba (Bersinar).

 

Aparat Polsek Kundur meringkus seorang pria diduga menjadi pengedarnarkoba dengan barang bukti yang berhasil ditemukan satu paket sabu seharga Rp. 730.000,- dengan kualitas super di Kilometer 7, Kelurahan Tanjung Batu Barat, Kecamatan Kundur, tepatnya disamping Pos Babinsa di gang Kelapa Gading pada Selasa (6/12) sekitar pukul 24.00 WIB. .

 

"Pelaku Iswanto alias Acu (28) warga KM 8 Parit Baru KelurahanTanjungbatu Barat Kecamatan Kundur, saat ditangkap sedang membawa 1paket sabu," kata Kapolsek Kundur Kompol Jamaluddin SN, saat gelar ekspose di Mapolsek Kundur, Rabu (7/1).

 

Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat dan pengintaian sejak dua bulan lalu. Kemudian petugas pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura membeli sabu-sabu kepada yang bersangkutan.

 

Modus pelaku melakukan transaksi tidak langusung menyerakan kepada pembeli, pelaku hanya menerima uang dan barangnya sudah terlebihdahulu dia buat kesebuah tempat yang nantinya baru di tunjukan kepembeli.

 

"Saat disergap pelaku sempat membuang barang bukti sabu ke jalan.Pelaku pun sempat mencoba melarikan diri, petugas juga menyita uanghasil penjualan sebesar Rp.730.000,- serta juga kita amankan uangsebesar Rp.2.005.000,-, dua unit telpon genggam untuk transaksi,sepeda motor BP 2546 KG," ujar Kompol Jamal. 

 

Lebih lanjut Jamal mengatakan Acu tak mengaku sebagai pengedar, iahanya membantu temannya menjual barang haram tersebut. Pelaku sudah 4bulan melakukan aksinya. Pelaku juga terbilang profesional dalammenjalankan aksinya.

 

"Dia ini pemain yang sudah diatur dengan baik. Dan dia telah melakukanpenjualan barang haram tersebut sudah 4 bulan ini. Selain dijualpelaku juga pengguna," ungkap Jamal.

 

Sementara itu, Acu mengaku kalau ia hanya menggunakan barang haramitu, tak menjualnya. Ia pun tak mengetahui dari mana barang tersebutia dapatkan."Saya tak tahu pak dari mana datangnya, ada orang lempar ke saya jadisaya ambil, saya bantu kawan jual aja pak," ujar Acu yang selalu berkelik dalam pengakuannya.

 

Acu yang sehari-hari bekerja sebagai penoreh karet tersebut tergiurmenjual barang haram tersebut lantara terhimpit masalah ekonomi. Acu merukan jaringan narkoba jaringan Batam.