Fahry Naviardy : Cari Ketenangan dengan Mendaki

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 16 Januari 2015 09:31 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.778 kali ditampilkan

Banyak cara yang bisa di lakukan untuk memperoleh ketenangan. Dan untuk Fahry Naviardy, mendaki adalah salah satu kegiatan yang menenangkan sekaligus menyenangkan. Walaupun kebanyakan orang menganggap kegiatan daki adalah sia sia dan dekat dengan cedera serta bahaya, tapi itu tidak membuat laki laki yang akrab disapa Agas ini menghentikan hobi mendakinya.


Ia mengaku sering melakukan pendakian di gunung bintan sendirian, karena dengan mendaki mendapatkan ketenangan dan menemukan arti kehidupan. Sehingga kegiatan mendaki ini menjadikannya lebih bisa mengharga kehidupan.

 


“Kalau mendaki gunung Bintan saya sering. Hanya saja menurut masyarakat itu kan bukan termasuk kategori gunung, melainkan bukit. Di gunung bintan, saya melakukan pendakian itu seorang diri. Itu karna saya gemar mencari arti kehidupan itu sendiri, melawan rasa takut dan lain lain. Terutama agar bisa menghargai kehidupan.” Ungkapnya.


 

Ia menambahkan bahwa anggapan  bahwa mendaki adalah kegiatan konyol atau nyari mati adalah anggapan yang salah. Ia percaya bahwa maut datang disaat kita lengah. Jadi dia tidak akan mendaki jika benar mendaki adalah bagian dari bunuh diri. Dan ia tidak akan mendaki jika tidak memiliki wawasan dalam bertahan dalam tekanan.


 

Terakhir kali, pendakian yang dilakukan olehnya adalah pendakian bersama Tim Ekspedisi dari Provinsi Kepri yang dilakukan di Gunung Kilimanjaro , Tanzania, Afrika. Pendakian ini dilakukan sebagai simbol persahabatan antara Pemerintah Indonesia dengan Tanzania yang telah menjalin kerjasama selama 50 tahun . Agas bersama rekan nya berhasil mendaki Kilimanjaro yang memiliki ketinggian 5895 mdpl . Waktu yang ditempuh untuk naik dan turun adalah sampai 8-9 hari.


 

Ia mengatakan bahwa selama pendakian ia sempat dihadapkan dengan hiportemia (penyakit kedinginan) dan hepoksia (penyakit kekurangan oksigen). Namun karena pengetahuan dan persiapan yang matang, maka segala kendala tersebut dapat diatasinya beserta rekan rekannya.

 


“Sempat terkena hiportemia dan hepoksia pada saat pendakian. Namun, karena pengetahuan dan persiapan yang matang, semuanya dapat diatasi.” Jelasnya.

 


Ia juga menambahkan, hal yang dilakukan saat sampai dipuncak adalah bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan oleh Allah swt.

 

Pada pendakian ini, agas yang juga merupakan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji ini mengibarkan Bendera Provinsi Kepri untuk kesekian kalinya, Bendera UMRAH dan juga Panji Mahapala UMRAH dipuncak Gunung Kilimanjaro , Tanzania, Afrika.