SMKN Kundur Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Belasan Juta
KARIMUN - Aksi pencurian kembali melanda wilayah Kundur, kali ini SMK Negeri Kundur yang dibobol oleh maling diperkirakan pada Kamis (16/1) malam.
Kehilangan diketahui pada Jumat (17/1) pagi ketika salah seorang staff tata usaha tiba di sekolah dan menuju keruangan sarana dan prasarana sebagaimana biasanya, ketika pintu dibuka ia langsung mendapati meja kerja Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana yang biasanya terdapat satu unit komputer sudah hilang.
"Begitu saya buka ruangan, diatas meja komputer sudah tidak ada jadi saya telpon staff sarana yang lain apakah mengetahui dimana letaknya. Waktu dia sampai kami berdua langsung cek barang lain, rupanya banyak yang sudah raib". ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana Dudik Aryanto menyatakan peristiwa ini merupakan hal mengejutkan di SMK Negeri Kundur. "Saya terkejut ketika masih diperjalanan ditelpon mengabarkan ada barang yang hilang, ketika di cek memang cukup banyak. Diperkirakan sekitar 13 juta rupiah kerugian yang kami derita." ujar Dudik.
Lebih lanjut Dudik mengatakan kemungkinan besar pelaku sudah mengetahui wilayah sekitar lokasi, karena ruangan sarana dan prasarana terletak di perbatasan sekolah dengan areal hutan. "Padahal ruangan ini dikunci dan yang memegang kunci cuma saya dan staff. Jadi kemungkinan besar pelaku lewat lubang angin dengan memanjat." tambahnya.
Barang-barang yang diketahui hilang antara lain 1 unit komputer, 1 buah kamera digital, 2 buah gitar klasik dan akustik, 1 buah ketam, 2 buah microphone, bahkan sandal pun turut raib. "Herannya masih ada barang berharga lain disini tapi tidak diambilnya. Kami belum mengetahui siapa pelakunya, tapi dari yang kami lihat memang sepertinya pelaku sudah mempelajari lokasi sini, jadi dia lewat belakang (hutan-red) untuk masuk dan melarikan diri." kata Dudik.
Bukan hanya ruangan sarana dan prasarana yang dibobol, ruangan Labor Komputer Jaringan yang letaknya bersebalahan juga kehilangan 1 unit komputer. "Ruangan labor komputer itu jendela dan teralinya dirusak. Komputer hilang 1 unit." ujarnya lagi.
Peristiwa ini sudah dilaporkan oleh pihak sekolah kepada Polsek Kundur Utara/Barat untuk diproses. "Kami berharap pelaku bisa segera ditemukan, bukan persoalan apa, ini inventaris sekolah dibeli untuk keperluan sekolah." tandas Dudik.

