Masyarakat Perbatasan Kepri Kekurangan Pasokan Makanan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 18 Januari 2015 14:20 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.467 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Masyarakat yang bermukim di Kecamaan Midai dan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mulai kekurangan pasokan makanan akibat tidak adanya transportasi kapal yang berlayar ke kawasan perbatasan NKRI itu.



"Tidak hanya pasokan makanan yang mulai berkurang di tempat kami, bensin dan solar juga tidak ada, bahkan rokokpun sudah tidak ada di tempat kami," ujar Herman seorang warga Pulau Serasan ketika dihubungi dari Batam, Sabtu.

Menurut dia, gelombag laut yang tinggi di musim Utara menyebabkan kapal-kapal transportasi yang menghubungkan pulau-pulau perbatasan itu dengan ibukota kabupaten dan provinsi terhenti beroperasi.

"Ombak di laut mencapai lima meter. Tidak ada kapal yang masuk dan keluar dari pulau kami. Kapal-kapal nelayan tidak lagi melaut bukan saja karena ombak yang tinggi dan angin kencang tetapi juga karena tidak ada solar, sedangkan di darat motor kami tidak lagi lalu lalang karena tidak ada bensin," kata Herman.

Bahkan, lanjut dia, masyarakat di daerahnya yang umumnya perokok lebih memilih rokok nipah, yang merupakan rokok daun nipah, karena tidak adanya lagi pasokan rokok pabrikan ke daerahnya.

"Listrik di tempat kami juga terancam padam total karena persediaan solar menipis," katanya.

Ia yang juga aktivis pemuda Serasan mengungkapkan, listrik dikampungnya hingga hari ini masih menyala karena beberapa hari lalu ada kapal dari Malaysia yang berlabuh di Serasan karena cuaca buruk.

"Kapal tersebut membawa BBM sehingga kami dapat pasokan 10 ton solar. BBM itulah yang kami sepakat untuk PLN. Jika tidak ada juga kapal yang singgah bawa pasokan sembako atau BBM ke tempat kami dalam waktu dekat, entah apa yang terjadi dengan kami yang tinggal di pulau terpencil ini," ungkap Herman.