HNSI Bintan Minta Pemda Tambah Kuota Solar 200 Ton Perbulan
BINTAN - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang kabupaten Bintan, Maini mengatakan naik dan turunnya harga bahan bakar minyak BBM jenis premium dan solar dinilai kurang berpengaruh terhadap nelayan.
Walaupun solar merupakan kebutuhan utama nelayan untuk bahan bakar kapal turun melaut, namun perubahan naik turun harga solar tidak dikeluhkan nelayan Bintan. Yang menjadi kekhawatiran masyarakat nelayan Bintan adalah kelangkaan BBM jenis solar. Karena jika tidak ada solar maka nelayan sulit turun kelaut untuk mencari ikan. Oleh karena itu, HNSI Bintan meminta pemerintah Daerah melaui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menambah kuota BBM jenis solar bagi nelayan Bintan.
“Kalo harga BBM nelayan tidak masalah. Yang penting itu koutanya bertambah karena mereka harus turun kelaut.” Jelasnya
Ia juga menambahkan keterlambatan penyaluran BBM jenis Solar terjadi berhari hari , bahkan kadang sampai 2 minggu lebih. Hal ini menyebabkan nelayan tidak bisa turun melaut dan terpaksa menunggu sampai solar tersedia.
Sementara itu HNSI juga telah melayangkan surat permintaan penambahan kuota solar kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan sebesar 200 ton solar perbulannya. Diharapkan sejumlah usulan tersebut disetujui sehingga memperlancar kerja nelayan .

