Mahasiswa Riau Tuntut Kasus Penganiyaan Istri Bupati Kampar
Pendemo yang menamakan diri Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK-Pku), Kamis (22/1/15), menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Mereka mempertanyakan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan istri Bupati Kampar Eva Yuliana dan 2 ajudannya.
Koordinator Aksi HMOK-Pku Rahmat Yani dalam orasinya, mengaku heran mengapa hampir satu tahun dilaporkan korban penganiayaan istri bupati, Nurhasmi ke Polda Riau namun hingga kini tak ada perkembangan pengusutan kasusnya.
"Kasus pemukulan dan penganiayaan istri Bupati Kampar, Eva Yuliana dan 2 ajudannya sudah dilaporkan pada 31 Mei 2014. Sekarang sudah 22 Januari 2015. Sudah hampir satu tahun tapi kasus penganiayaan Ibu Nurhasmi tidak juga ada titik terangnya. Apakah Kapolda menerima sesuatu dari Bupati Kampar Jefry Noer sehingga tidak mau melanjutkannya," tukasnya.
Rahmat menyebutkan, dari selentingan kabar menyebutkan status anggota DPRD Riau dari Partai Demokrat itu sudah menjadi tersangka. Oleh karenanya, Kepala Polda (Kapolda) Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan segera lah menangkap istri Bupati Kampar Eva Yuliana dan 2 ajudannya.
Usai berorasi, massa dari HMOK-Pku diterima utusan dari Polda Riau, Kompol M Siahaan. Dikatakan, saat ini Kapolda Riau sedang dinas di Jakarta, namun jika ingin tahu progress penanganan kasus dugaan penganiayaan itu, Siahaan mengundang 10 perwakilan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Kriminal Umum (Reskrimum).
(Rtc)

