Lima Dosen Universitas Putra Batam laporkan Mahasiswa Lakukan Pelecehan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 23 Januari 2015 20:51 WIB dengan kategori Pendidikan dan sudah 1.408 kali ditampilkan




Wakil rektor universitas putra batam, Muhammad gita indrawan yang mengantar para dosen menghadap asosiasi dosen Indonesia ini mengakui pelecehan yang dimaksud terjadi disaat mahasiswa melakukan sweeping digedung kelas.


Dengan memaksa mahasiswa yang masih belajar untuk mengikuti demo dan mengatai beberapa dosen dengan kalimat yang tidak pantas.



“kami kecolongan saat itu. Gedung rektorat memang telah dijaga dengan ketat, tapi kami tidak menjaga gedung kelas itu sendiri. Nah beberapa mahasiswa masuk, mengajak mahasiswa yang sedang belajar keluar dan mengata – ngatai dosen dengan perkataan dosen bodoh lah, dosen tidak berguna lah, dan ada mahasiswa yang mengatakan dosen pengecut” jelas Indra, Jumat (23/01/15)



Hazimah, salah satu dari 5 dosen yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan tersebut mengakui dirinya sudah memberi izin kepada mahasiswanya khusus yang ingin mengikuti demo, tetapi sweeping dilakukan secara paksa ke seluruh mahasiswa.



“saat mereka datang kekelas saya, mahasiswa masih belajar. Mereka mengajak mahasiswa saya. Jadi saya bilang sama mereka kalau mau ikut demo silahkan, tapi yang mau belajar tetap disini. Nah disaat masih ada yang tinggal, mereka (Pelaku Sweeping – Red) justru memaksa. Padahal kan kelas saya, masih hak saya, malah saya dikatai dosen tidak berguna” terang Hazimah.



Ketua asosiasi dosen Indonesia Drs Khaeruddin Said mengatakan pihaknya akan melakukan rapat internal mengenai kasus ini. Terlebih untuk memutuskan apa yang harus asosiasi lakukan terhadap perlakuan mahasiswa putra batam tersebut.



“Kami selaku asosiasi berdiri ditengah antara pihak universitas dan pihak mahasiswa. Dan kami harus lakukan rapat internal terlebih dahulu untuk menindak lanjuti kasus ini dan menyiapkan apa yang harus dilakukan kepada mahasiswa yang sudah melakukan tindak pelecehan” Tegas Khaeruddin.