Kerjasama Ekonomi dengan Jepang Ditinjau Ulang
Pemerintah Indonesia telah sepakat untuk meninjau ulang Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Kesepakatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan mendorong investasi di Tanah Air.
Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengatakan, beberapa poin penting yang akan ditinjau ulang meliputi berbagai sektor diantaranya pertanian, perikanan, dan manufaktur. Pemerintah Indonesia ingin ada peningkatan investasi manufaktur Jepang, terutama automotif dengan prinsip saling memberikan keuntungan.
"Tinjauan ini akan dilakukan segera mungkin agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 7 persen, meningkatkan investasi dan ekspor, serta mengurangi defisit perdagangan," ujar Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Ahad (25/1).
Rachmat menambahkan, para pemimpin perusahaan di Jepang memiliki komitmen dan optimisme tinggi terhadap kemudahan investasi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, Liga Parlemen Indonesia-Jepang mendukung adanya peninjauan ulang tersebut agar kedua negara dapat meningkatkan hubungan ekonomi khususnya perdagangan dan investasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam waktu dekat Liga Parlemen berencana akan berkunjung ke Indonesia dengan membawa para pengusaha yang berminat investasi di Tanah Air.
"Beberapa perusahaan seperti Epson, Toyota, Honda, Marubeni, Mitsui, Itochu, serta Toray telah menyatakan akan terus mengembangkan investasinya di Indonesia," kata Rachmat.
Tak hanya itu, Rachmat juga menerima sejumlah usulan untuk membentuk forum dialog yang anggotanya terdiri dari ekonom, pengusaha, dan pemerintah. Forum dialog ini nantinya akan berlangsung secara reguler untuk membicarakan isu-isu strategis dan aktual, terkait peningkatan hubungan ekonomi kedua negara di bidang perdagangan, industri, dan investasi. (ROL)

