Pembahasan Tarif Angkutan Darat Belum Rampung

Diterbitkan oleh pada Selasa, 27 Januari 2015 13:31 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 920 kali ditampilkan

KARIMUN - Pembahasan tarif angkutan darat antara Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Pengusaha Angkot (PO) yang digelar Senin (26/1) belum mengeluarkan hasil karena masih diundur.

 

Terundurnya rapat yang seyogyanya berlangsung pada pukul 10.00 WIB tersebut hanya dihadiri oleh Ketua Organda Kabupaten Karimun Amirullah, perwakilan PO Karimun serta Kundur. Hal ini dikarenakan Dishub dalam hal ini tidak menghadirkan Kepala Dinshub, Diskop, UKM, dan Perindag Kabupaten Karimun atau perwakilan pengusaha suku cadang kendaraan, sehingga Ketua Organda Amirullah lebih memilih pembahasan untuk ditunda.

 

"Penetapan tarif angkutan darat atau laut disahkan oleh Gubernur. Kenapa kita di tingkat Kabupaten kepala dinas saja tidak hadir. Kami minta ini ditunda sampai pimpinan Dishub datang, kalau bisa Bupati pun hadir dan langsung mengesahkan. Jelas saya kecewa, sudah dua kali (Kepala Dishub) tidak hadir." ujar Amir kepada Kabid Perhubungan Darat Dishub Karimun Elviyandra.

 

Ia juga mengatakan alasan untuk menghadirkan pihak-pihak terkait, karena penurunan tarif juga harus disesuaikan dengan harga suku cadang. "Harga BBM memang turun, tapi tidak berpengaruh ke suku cadang. Ban, aki, oli masih dijual tinggi, sudah tentu Organda tidak setuju tarif diturunkan. Kedatangan kita mau berembuk, tapi pimpinannya saja tidak mau datang." tegas Amir.

 

Lebih lanjut ia juga menyatakan bahwa tarif angkot yang digunakan saat ini masih berdasarkan kesepakatan rapat pertama turunnya harga BBM lalu. "Walaupun belum keluar SK Bupati, tetap kita gunakan. Penurunan tidak untuk semua jurusan, cuma berlaku Angkutan Desa (Angdes) sebesar Rp. 1000.- dalam kota masih tetap, luar pulau Karimun juga." tambahnya.

 

Sementara itu Kabid Perhubungan Darat Elviyandra menyatakan rapat pembahasan akan kembali digelar dalam waktu dekat. "Kita menerima apa yang menjadi permintaan Organda. Nanti akan kita sampaikan ke atasan, dan dalam waktu dekat rapat akan kembali dilaksanakan." ucapnya.