Musim MTQ, Nasyid Celutak Rhythm Banjir Tawaran

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 31 Januari 2015 19:49 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.021 kali ditampilkan

KARIMUN - Pagelaran tahunan Musabaqah Tilawatil Qur'an yang digelar mulai dari tingkat kelurahan, menjadi berkah tersendiri bagi grup musik Celutak Rhythm. Pasalnya, grup yang berdomisili di Tanjungbatu Kundur ini dipenuhi tawaran untuk mengisi acara disejumlah lokasi MTQ.

 

Grup yang dikelola melalui Pusat Latihan Seni Celutak Studio yang diketuai Djohari ini, dibentuk oleh gabungan para pemuda yang hobi bermusik. Setelah sebelumnya mereka berlatih dan ditempa dari berbagai sanggar seni yang ada, kemudian mereka bergabung membentuk sanggar yang mereka kelola sendiri.

 

Musim MTQ ini menjadi berkah bagi mereka, pasalnya nama grup mereka mulai menjadi buah bibir bagi masyarakat, terutama penggemar lagu-lagu nasyid dan Islami. "Alhamdulillah, sejak musim MTQ kami dipanggil mengisi di beberapa tempat, memang tidak banyak, tapi karena kami juga masih pemula rasanya sangat bangga. Secara musikalitas kami masih jauh dari bagus, tapi masyarakat mau menerima sajian musik sederhana kami ini." ujar Djohari saat ditemui pada acara syukuran 1 tahun PLS Celutak Studio, Sabtu (31/1) sore.

 

Meski sudah mulai naik daun, tidak menjadikan mereka puas, tinggi hati dan sombong, bahkan mereka juga dengan terpaksa menolak secara halus beberapa tawaran manggung yang diajukan kepada mereka. "Ada beberapa tempat yang kami tidak bisa, bukan karena apa, tapi kami juga harus pertimbangkan kondisi fisik teman-teman. Kebetulan di Celutak Rhythm ini kebanyakan guru, ada adik kami yang bahkan masih sekolah di MTs dan ada yang kelas 6 SD, ada juga yang staf di kantor, yang swasta dua orang. Jadi, kami harus pertimbangkan antara pekerjaan tetap kami dengan bermusik sebagai hobi." tambah Djo.

 

Terkait jadwal latihan mereka, Djo mengaku kalau mereka hanya bisa latihan pada malam hari, setelah aktifitas-aktifitas rutin mereka berakhir. "Kadang-kadang capek sekali, tapi bisanya cuma malam. Karena ada yang kerja jadi staff di kantor pulangnya sore. Makanya, kami bagi waktu istirahat, waktu kerja, waktu untuk keluarga, dan waktu untuk menyalurkan hobi." katanya.

 

Saat disinggung soal penghasilan dengan bermusik, Djo menampik bahwa mereka bermusik untuk mengejar materi. "Jauh itu, kami menyalurkan minat, bakat, sambil membina adik-adik kami yang juga memiliki hobi. Alhamdulillah, sekarang sudah ada beberapa pelajar yang ingin bergabung dan belajar, semua kami rangkul. Kalau soal itu (bayaran-red) tidak terpikir oleh kami, apalagi ini event MTQ sudah sepantasnya kami membantu ketika kami bisa." tampiknya.

 

Sejauh ini, PLS Celutak memang masih fokus pada event-event MTQ sehingga genre musik mereka saat ini adalah lagu-lagu Nasyid dan Qasidah. Setelah mengisi di beberapa kelurahan maupun desa, rencananya mereka akan fokus untuk event di Kecamatan Kundur yang akan digelar pertengahan Februari ini. "Kami istirahat dulu lagu-lagu Melayu, kan sekarang ini fokus ke MTQ dulu. Nanti baru kami garap lagi musik Melayunya untuk persiapan ke depan. Mudah-mudahan setelah event di Kecamatan ini, kami bisa diundang untuk mengisi di tingkat Kabupaten." ucapnya mengakhiri.