Investasi di Batu Akik, Jangan dalam Jumlah Besar
Batu akik yang saat ini cukup menjadi primadona menjadi salah satu pilihan berinvestasi masyarakat. Namun, kilau batu akik ini dinilai hanya sekedar menjadi tren yang bersifat sementara di kalangan masyarakat.
Perencana Keuangan dari Salama Mitra Investa, Endy Kurniawan, menyatakan bila dilihat melalui kacamata ekonomi, batu akik masih memiliki harga nilai yang subjektif. Pasalnya, harga ditentukan oleh ketertarikan masyarakat terhadap produk tersebut di tiap daerah, akibatnya harganya pun berbeda-beda.
"Misalnya di Sumatera Barat kawasan wilayah Sungai Dare dinilai positif. Tetapi, jika ditinjau di kawasan Bali tidak terlalu suka, " ungkap Endy kepada Okezone di Jakarta, (3/2/2015).
Sehingga, Endy menyarankan kepada masyarakat untuk tidak berinvestasi dalam jumlah besar pada produk tersebut. Menurutnya, agar dapat menjadi investasi, suatu produk harus memiliki indikator salah satunya adalah likuiditas yang baik.
"Saya tidak menyarankan dalam jumlah besar, kalau hobi sama ini tidak terlalu lihat harga. Sedangkan kalau jumlah besar untuk berinvestasi sepertinya tidak terlalu positif, karena likuiditasnya tidak semua jenis tempat batunya memiliki nilai harga yang bagus," tandasnya.
(OKZ)

