Masyarakat Belat Mengharapkan Listrik Hidup 24 Jam

Diterbitkan oleh pada Rabu, 4 Februari 2015 23:14 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.436 kali ditampilkan

KARIMUN - Kecamtan Belat sebagai kecamatan termuda di Pulau Kundur, sejak dimekarkan dua tahun silam hingga kini tak kunjung dapat fasilitas penerangan atau aliran listrik.

 

Sampai-sampai untuk melakukan berbagai macam kepentingan kantor pihak Kantor Camat untuk melakukan fotocopy berkas dalam jumlah banyak terpaksa menyeberangi laut ke Kundur Utara sekitar 15 menit perjalanan atau 30 menit bolak balik.

 

Camat Belat Saipol menuturkan sebagai kecamatan baru, Belat hingga kini memilik fasilitas penarang yang memadahi. Walau pun saat ini sudah ada listrik namun hal itu hanya dapat dirasakan pada malam hari sejak pukul 17.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB dini hari tepatnya di Pulau Belat.

 

"Bagaimana lagi kita harus membuat semua kerjaan di kantor harus lancar, kami harus terpaksa ke Kundur Utara untuk fotocopy, tapi kalau satu dua bolehlah fotocopy dikantor dah banyak tak bisa," ujar Saipol.

 

Saat ini saja masyarakat Belat yang jumlahnya 600 Kepala Keluarga (KK) hanya 700 KK yang menikmati listrik dan itu pun hanya tiga Desa saja yang daliri dari empat Desa yang ada dalam satu pulau. "Bahkan di Desa Sebele tempat dimana Kantor Camat Belat berdada memang belum ada aliran listrik. Sehingga saat jam kantor terpaksa menggunakan mesin genset," tutur Saipol.

 

Pihak kecamatan telah mengusulkan ke pihak PLN Cabang Tanjungpinang beberapa bulan lalu agar listrik dapat menyala selama 24 jam, atau paling tidak 12 jam dimulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB pagi. Namun jawaban yang keluar diusahakan.

 

"Kami berharap dengan adanya listrik maka ekonomi masyarakat setempat akan semakin berkembang dan bakal banyak jenis usaha atau home industri yang dapat dibuat oleh masyarakat. Kami berharap mudah-mudah krisis listrik di Belat akan segara teratasi," harap Saipol.