Warga Keluhkan Aktivitas Tambang Pasir Kuarsa
LINGGA - Limbah tambang salah satu perusahaan diduga telah mencemari lingkungan sekitar, termasuk perairan laut yang berada di Dusun Lengkok Sambau, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara. Aktivitas dari tambang pasir kuarsa yang sudah berjalan dua tahun tersebut, mulai dikeluhkan warga setempat.
Menurut warga setempat, limbah tambang pasir tersebut sengaja dibuang ke laut karena lokasi tambang memang berada di dekat pantai. Akibatnya, perairan di sekitar tambang itu menjadi hitam.
”Di sekitar lokasi tambang ini air lautnya tak biru lagi, sudah gelap,” ungkap seorang nelayan Desa Limbung.
Menurut nelayan yang enggan disebut namanya itu, kondisi ini membuat tangkapan nelayan tradisional juga menurun. Terutama bagi para nelayan tradisional yang hanya bisa melaut di dekat bibir pantai.
”Air laut menjadi kotor karena tercemar limbah. Tangkapan kami jauh berkurang,” katanya lagi.
Selain nelayan tradisional, kondisi ini juga dikeluhkan para nelayan pesisir yang menggunakan kelong untuk menangkap ikan bilis.
Sejak beberapa pekan terakhir, hasil tangkapan bilis mereka juga berkurang dan diduga ini merupakan dampak pencemaran laut dari aktivitas tambang tersebut.

