Kemenag Kepri Benahi Manajemen Wakaf
Drs.H.Erman Zaruddin sebagai pegawai Kemenag Kepri turut menjelaskan tentang sebab dan faktor kurangnya kepedulian masyarakat Kepri umumnya, masyarakat Tanjungpinang kususnya terhadap waqaf.
"Faktor minimnya pemahaman masyarakat tentang wakaf, kurangnya sosialisasi tentang waqaf dari pihak terkait, masih lemahnya manajemen waqaf yang ada di tempat kita, maka kami berusaha membangun bahkan kita sosialisasi nilai-nilai waqaf dalam kehidupan masyarakat sehingga nantinya masyarakat mengetahui makna waqaf.’’ujarnya Minggu (02/08).
Ia menambahkan bahwa selama ini, umat islam di Kepri khususnya masyarakat di perdalaman masih banyak yang beranggapan bahwa asset wakaf itu hanya boleh digunakan untuk tujuan ibadah saja. Misalnya, pembangunan masjid, komplek kuburan, panti asuhan dan pendidikan.
Padahal, nilai ibadah itu tidak harus berwujud langsung seperti itu. Bisa saja diatas lahan wakaf dibangun pusat perbelanjaan, yang keuntungannya nanti dialokasikan untuk beasiswa anak-anak yang tidak mampu, layanan kesehatan gratis, atau riset ilmu pengetahuan. Karna hal tersebut juga bagian dari Ibadah.

