Batu Akik Bungur Tawar Rp. 16 Juta

Diterbitkan oleh pada Rabu, 11 Februari 2015 10:52 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 5.515 kali ditampilkan

Jangan mengaku orang Lampung kalau tidak mengenal batu cincin bungur dan anggur api. Dua batu akik ini berasal dari Tanjung Bintang, Lampung Selatan dan Kabuoaten Waykanan, Lampung.


Kedua batu cincin ini memiliki ciri khas sendiri. Batu bungur warnanya bening bercahaya, konon batu tersebut tergolong kelas batu mulia tingkat dunia. Harganya pun bervariasi dari kisaran Rp 50 juta sampai paling murah Rp 500.000.

Menurut Ekowato (25), salah satu penjual batu cincin di Bandarlampung, batu bungur tanjung bintang sukar diolah. "Meski bongkahan awalnya besar, tapi yang jadi hanya kecil saja. Selain itu, dalam prosesnya kerap gagal dibentuk dan terkadang hasilnya tidak maksimal," kata dia, Rabu (11/2/2015).

Selain itu, batu bungur juga belakangan mulai sulit ditemukan di alam. Atas alasan itulah, batu cincin asal Lampung Selatan itu, memiliki harga yang istimewa. "Kolektor dunia asal China sangat berminat dengan jenis batu akik itu," kata Ekowato, di sela-sela pameran batu akik yang digelar di Lampung.

Sedangkan, batu anggur api berwarna putih. Pada bagian dalamnya menyerupai cangkang telur, dan jika disinari cahaya akan terlihat lidah api yang menarik. Belakangan, batu cincin asal Waykanan ini menjadi terkenal setelah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menggunakan aksesoris itu dalam setiap acara-acara penting.

Harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp300.000 hingga Rp 16 juta, tergantung ukuran batu yang diinginkan pembeli.

Pameran batu akik yang terlaksana dari tanggal 9-15 Februari 2015 di salah satu mal di Lampung  ini menarik perhatian pengunjung, khususnya kaum laki-laki. Nampak mereka begitu menikmati keindahan batu yang dipajang sejumlah stan. Ada pula yang menyaksikan bongkahan batu yang belum diolah.

Salah satunya M Tio Aliansyah (37), salah satu Komisioner KPU Lampung, yang ditemui di tengah pameran batu akik itu. Dia mengaku memiliki dua jenis batu cincin asal Lampung. Menurut dia menjadi satu kebanggaan tersendiri memiliki dua jenis batu tersebut. "Jangan ngaku orang Lampung deh kalau tidak punya koleksi dua batu itu," ujar dia. 

Menurut Tion, dalam pertemuan dan kegiatan KPU berskala nasional mereka kerap bertukar souvenir batu tersebut.

(KPS)