Wabup Karimun Resmikan Pasar Tani di Kundur
KARIMUN - Wakil Bupati Karimun H.Aunur Rafiq membuka secara resmi Pasar Tani "Pasarnya Petani" yang disejalankan dengan pencanangan Kundur Bersih, Sehat dan Asri (Bersinar) yang dilaksankan dilapangan Balai Pemuda Seni dan Budaya Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Jumat (13/2).
H.Aunur Rafiq saat sambutanya mengukapkan rogram Pasar Tani di Pualau Kundur ini, juga merupakan upaya agar masyarakat juga bisa menikamati langsung hasil kebun asli masyarakat setempat. Sebab selama ini terkadang kebanyakan masyarakat mendatangkan sayur mayur langsung dari luar daerah, namun disatu sisi ketersediaan sayur mayur dan beberapa pangan lainnya kurang mendapat perhatian. Hal ini berakibat semakin menurunnya hasil-hasi tani masyarakat setempat
"Kami berharap apa yang kami lakukan saat ini bias membantu masyarakat, begitu pula ketersediaan bibit-bibit di pulau Kundur tetap selalu ada,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut wabup mengunjungi stand kelompok tani sembari mengangkat beberapa produk unggulan tani seperti ubi, labu, kacang tanah, sayur mayur dan cabe yang masih segar-segar dan langsung dibeli oleh wabup. Serta mengajak ibu-ibu membeli yang langsung dibayar oleh wabup.
Sementara itu Kepala Dinas Pertania Kabupaten Karimun H.Amran Syahidid mengatakan, kegiatan pasar tani nantinya bakal berpindah tempat dan tidak hanya berpusatkan di Kecamatan Kundur, alias bisa membuka stand di Kecamatan lain dengan menyediakan hasil tani mereka untuk dijual kepada masyarakat. Dan kegiatan ini akan berlangsung seminggu sekali setiap hari Sabtu setiap bulanya.
"Pasar tani nantinya akan tersur dilakasanak seminggu sekali setiap hari Sabtu. Program pasar tani ini menggunkan anggaran bersumber dari APBN melalui pemerintah Provinsi Kepri yang digulikan kepada Pemerintah Karimun untuk disampaikan kepada masyarakat," ujar pria yang biasa disapa Buya.
Lebih lanjut Buya mengatakan, tujuan dari Pasar Tani adalah untuk menekan harga komoditi pertanian di pasaran. Selain itu hasil panen para petani pun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat disinggu soal harga juga dengan pasar lainya, ia mencotohkan harga jual cabe di Kecamatan Buru relatif murah berkisar Rp20 ribu per kilogram, sedangkan di pasar saat ini masih mencapai Rp40 ribu per kilogram. Secara tidak langsung nanti dengan sendirinya harga pasaran akan stabil dengan nilai jual hasil panen para petani lokal.
"Harganya bisa kita tekan, dengan catatan pendapatan petani sudah harus lebih dulu meningkat dan saat ini memang mereka (para petani) sedang jaya-jayanya. Sehingga sudah bisa diterapkan harga jual yang murah atau lebih terjangkau dibanding di pasaran. Seperti misalnya harga kambing per kilogram bisa mencapai Rp70 ribu sedangkan di pasar kan saat ini masih sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram. Ini akan saya tekan harganya, karena saya juga masuk dalam tim budidaya dan pengelolaan ternak kambing di Kabupaten," ucapnya.
Pada kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 stand pasar tani yang merupakan hasil tani yang dikelola oleh para petani di Kundur.

