KIH Minta Presiden Jokowi Tentukan Nasib BG Pasca Sidang Praperadilan

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 14 Februari 2015 16:46 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 859 kali ditampilkan

Petinggi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi ?di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung. Dalam pertemuan itu, KIH meminta Jokowi menunggu proses praperadilan Komjen Budi Gunawan selesai, baru mengambil keputusan soal kapolri.


Pertemuan KIH dan Jokowi digelar di Loji Gandrung, Solo, Sabtu (14/2/2015) pukul 09.30 WIB hingga 11.57 WIB. Loji Gandrung dipilih karena dinilai representative.



Ada 8 orang yang ikut dalam pertemuan, yaitu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKPI Sutiyoso, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Jokowi.‎ Wali Kota Solo FX Hadi Rudiyatmo yang menjadi tuan rumah dan Menteri Desa Marwan Jafar menunggu di luar ruang pertemuan.



Sekjen NasDem Patrice Rio Capella menuturkan pertemuan berlangsung cair. Tak ada ketegangan atau aksi diam-diaman seperti di pembukaan Munas II Hanura.



"Bu Megawati ngomong, Pak Surya ngomong, saya ngomong. Yang lain juga bicara, pertemuan sangat cair," tutur Rio saat dihubungi, Sabtu (14/2/2015).



Rio menuturkan banyak hal yang dibahas, seperti soal APBN-P 2015 yang sudah disetujui DPR, praperadilan Komjen BG, dan konflik KPK-Polri. Namun dia tak mau merinci detail isi pembicaraan.