Faktor Pembeda Kuliah Di Indonesia dan Di Luar Negeri
Saat kuliah di luar negeri, perbedaan bahasa dan budaya adalah hal yang pasti. Tetapi, ada faktor lain yang membedakan kuliah di luar negeri dengan di Indonesia.
Menurut Meirina Dianestari Hertomo, perbedaan itu terletak pada sistem kuliah. Cewek asli Indonesia yang sedang menempuh studi S-1 Langues Etrangères Appliquées (Applied Languages) English-Japanese, Université Bordeaux Montaigne, Prancis ini, menjelaskan, perkuliahan di kampusnya banyak menekankan praktik.
"Di sini tugas dan semua tes bukan teori. Khususnya di jurusan saya, mahasiswa dituntut untuk terbiasa menganalisis sesuatu dan memberikan solusi dengan cepat," kata Meirina dalam surat elektroniknya beberapa waktu lalu.
Meirina mencontohkan, tugas yang mengasah nalar dan argumentasi mahasiswa bisa ditemui pada mata kuliah ekonomi contemporer. Di mata kuliah ini, mahasiswa harus dapat menganalisis serta menjawab pertanyaan tentang ekonomi dalam lima tahun ke depan berdasarkan sejarah ekonomi hingga saat ini.
"Jadi bukan disuruh nulis ciri-ciri perekonomian Eropa doang atau menulis tipe-tipe pengangguran," ujar Meirina.
Dia mengimbuhkan, pendidikan di kampusnya selalu mengajarkan teori dan praktik harus terus berjalan beriringan. Hal ini berlaku pada mahasiswa di ilmu sosial maupun ilmu eksakta.
"Semua pasti ada kelas praktik dan kelas teori," imbuhnya.
Meskipun begitu, kata Meirina, banyaknya tuntutan praktik dan analisis ini tidak perlu dianggap sulit oleh mahasiswa. Sebab, meski terkesan berat, mahasiswa bisa melaluinya dengan nyaman.
"Stres sih biasa, toh kuliah di Indonesia juga," ujar mahasiswi kelahiran Voorburg, Belanda, 20 Mei 1992 itu.
Guna mengatasi beban kuliah tersebut, Meirina menyarankan kepada pelajar Indonesia yang berniat melanjutkan studi di luar negeri agar pintar dalam membuat catatan. "Lebih baik kerjain tugas karena dosen suka kalau kita aktif berpartisipasi," tambahnya.
Tidak hanya itu, mahasiswi yang amat merindukan keberadaan keluarganya ini juga menyarankan agar kita mengenal terlebih dahulu kehidupan di negara tujuan studi sebelum berangkat kuliah di luar negeri. Pasalnya, semua negara destinasi studi nyaman bagi setiap orang.
"Sebelum daftar kuliah kenalilah jurusan apa yang mau dimasuki, karena mungkin ada beberapa hal yg berbeda dari pikiran awal," pungkasnya.
(OKZ)

