Menkes Sayangkan Mitos Kesehatan Di Indonesia

Diterbitkan oleh pada Kamis, 5 Maret 2015 12:39 WIB dengan kategori Batam dan sudah 1.089 kali ditampilkan

BATAM - Indonesia kaya akan budaya, termasuk mitos dari sisi kesehatan yang masih dipercaya oleh masyarakat. Menteri Kesehatan RI Prof. Nila F Moeloek menilai masih banyak mitos kesehatan berkaitan dengan etnografi, tetapi hal itu justru bertentangan dengan dunia medis.


"Cukup banyak mitos yang masih dilakukan oleh masyarakat. Kalau mau bicara itu Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan-red)  mempelajari etnografis. Saya setuju sekali itu penelitian bagus sekali karena bicara disparitas dari segi budaya," ujar Menkes Nila di Gedung Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 4 Maret 2015.

Menkes Nila menyebutkan contoh-contoh mitos yang masih dipercaya masyarakat wilayah Indonesia Timur. Seperti NTT dan NTB, masih ada seorang ibu setelah melahirkan melakukan ritual asap selama masa nifas, yang konon untuk menghangatkan suhu tubuh mereka.

"Di Indonesia masih ada ibu-ibu habis melahirkan melakukan ritual asap. Sekarang kita yang hidup di kota, apa kita mau dibegitukan," katanya

Tidak hanya itu saja, di Suku Sasak Lombok, para ibu nifas biasa memberikan nasi pakpak, di mana nasinya telah dikunyah oleh ibunya lebih dahulu lalu diberikan kepada bayinya, yang konon dipercaya agar bayinya tumbuh sehat dan kuat. Justru menurut Menkes Nila, mitos ini masih bertentangan kepada kesehatan bayi.

"Ada lagi tradisi pakpak yaitu ibunya ngunyah nasi dulu sebelum dikasih ke bayi baru lahir. Kita sebagai orang kota bisa menerima itu enggak? Contoh-contoh ini masih terjadi di negara kita, itu yang menurut saya kesehatan jadi masalah kompleks, karena angka kematian anak itu masih tinggi kalau masih ada tradisi begini," tutupnya.

(OKZ)