Laut Ternodai, Nelayan Bintan Galau
BINTAN - Pesisir pantai di Tanjung Berakit Kabupaten Bintan tercemar. Pencemaran berupa sisa pelumas mesin bercampur oli bekas. Limbah berwarna hitam pekat serta lengket itu terlihat menggumpal dan memisah dengan air. Terhempas ombak laut, menjadikan limbah sampai di tepian pantai.
Sepanjang kurang lebih 1 Km pesisir pantai di desa setempat terlihat banyak limbah yang mengapung. Diduga limbah berasal dari tengah laut. Seperti yang diungkapkan salah satu warga setempat, Rio Martadi (26). Saat dikonfirmasi, Rabu (03/11/2015) mengatakan bahwa, pencemaran terjadi dari semalam.
Rio awalnya mengetahui adanya limbah yang berbau seperti bahan bakar jenis solar itu saat dirinya pulang melaut. Sesampainya radius 5 Km dari bibir pantai, dirinya mencium bau dan terlihat banyak minyak mengapung. Tidak berselang lama setelah menambatkan perahunya di bibir pantai, limbah yang semula di tengah laut menepi, karena terbawa ombak. Sehingga gumpalan-gumpalan itu menepi di bibir pantai.
Selain mencemari laut, Juga gumpalan yang menumpuk di pantai menyebabkan banyak nelayan harus berhati-hati. Pasalnya, apabila terkena kaki atau bagian tubuh yang lain akan sulit dibersihkan karena lengket.
“Sore itu sudah ada, malamnya malah menepi semua. Kalau ini terjadi, ikan yang berhabitat disini (pantai) akan terganggu. Kalau tidak begitu, akan pergi, kita jadi kesulitan, ” ujarnya.
Sangat disesalkan kejadian ini, dan berharap pihak yang berwenang bisa mencegah jangan sampai itu terjadi. Serta mengusut tuntas kejadian pencemaran ini. “Kalau bisa ada petugas yang memperingatkan. Selain nelayan, banyak yang dirugikan, ” imbuhnya.

