Kapal Yang Mengangkut Tim Riset Kementrian Tenggelam Diperairan Bintan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 15 Maret 2015 10:05 WIB dengan kategori Bintan dan sudah 1.108 kali ditampilkan

BINTAN - Sebuah kapal kayu semalam tenggelam di perairan antara Pulau Bintan menuju Anambas, Kepulauan Riau. Kapal tersebut ternyata mengangkut tim riset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di mana 4 orang di antaranya merupakan ahli dari Amerika dan Australia.



"Pada tanggal 14 Maret 2015, pukul 21.30 WIB, Gugus Keamanan laut Armada Barat (GKBA) menerima informasi dari ibu Nurjanah pemilik kapal kayu dengan nama kapal Nurah yang berangkat dari Nongsa menuju ke Natuna membawa rombongan dari Kementerian kelautan mengalami kebocoran dan akan tenggelam," demikian laporan Pangarmabar Laksda TNI Taufiqurrahman kepada KSAL Laksamana Ade Supandi yang diteruskan oleh Kadispenal Laksma Manahan Simorangkir, Minggu (15/3/2015).



Kapal tersebut mengalami kebocoran di utara Tanjung Tondan, Pulau Bintan. Sebanyak 12 penumpang dan 8 orang ABK menyelamatkan diri dengan menaiki liferaft dan sekoci karet. Atas laporan tersebut, TNI AL langsung menggerakan KRI Siribua yang sedang berada di Selat Singapura, KRI Barakuda yang berada di Selat Philips, KRI Pattimura yang berada di utara Batam, dan KRI Kalahitam yang untuk melakukan penyisiran mencari korban.



Akhirnya pada sekitar pukul 01.45, Minggu (15/3) dini hari, KRI Siribua dan KRI Kalahitam berhasil mendeteksi korban yang berada di liferaft dan sekoci karet. Korban pun langsung dievakuasi ke KRI Siribu, sementara Kapal Nurah sudah tenggelam.



"Korban selanjutnya dipindahkan ke KRI Pattimura untuk selanjutnya dibawa menuju Dermaga Batu Ampar, Batam. Ada 4 orang warga negara asing yang merupakan pakar dalam tim survei," kata Manahan.


Empat orang warga negara asing tersebut terdiri dari 1 WN Amerika Serikat dan 3 WN Australia. Meraka adalah Mark Van Nydeck Erdmann (Amerika), Gerald Robert Allen (Australia), Luna De Vantier (Australia), dan Emre Turak (Australia). KKP sendiri sebelumnya, diinformasikan Manahan, memang telah melaporkan ke pihak TNI AL bahwa akan melaksanakan kegiatan survei tersebut.


(DTK)