Tarif Retribusi Pasar Puan Maimun Akan Mulai Diberlakukan

Diterbitkan oleh pada Senin, 16 Maret 2015 05:51 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.449 kali ditampilkan

KARIMUN - Kendati masih terjadi penolakan oleh sebagian kecil pedagang khususnya lapak basah di Blok B lantai dasar, Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun tetap akan memberlakukan tarif retribusi sewa lapak di Pasar Puan Maimun.

 

Mereka menyatakan ini sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kita sudah menurunkan tarif dari Rp15.000 perhari turun Rp2000 atau jadi Rp13.000 per hari. Itu pun cukup berat juga kita turunkan tapi masih ada segelintir orang yang menolak. Padahal waktu kita berlakukan Rp15.000 sudah 60 persen yang bayar, kan artinya hanya sedikit yang menolak," ucap Direktur Utama (Dirut) Perusda Karimun, Devanan Syam.

 

Lebih lanjut ia juga menyatakan dalam waktu dekat akan dikeluarkan SK mengenai tarif yang ditentukan untuk lebih menguatkan penetapan tarif tersebut. "Awalnya dari kami (Perusda) kan menawarkan Rp30.000 tapi ini kita komunikasikan dan disosialisasikan dulu, kemudian terjadi tawar menawar ya tentu disini yang jadi bahan pertimbangan kami menentukan tarif sewa. Sewa lapak itu pun untuk kebutuhan operasional seperti air, listrik, keamanan, administrasi dan sebagainya, karena yang namanya pasar itu kan tentu ada yang namanya pengelola," kata pria yang akrab disapa Dev ini.

 

Terkait penolakan pedagang menurut Devanan Syam, hal itu sah-sah saja namun ada aturan yang tetap dijalankan oleh Perusda. Kemudian sebelum tarif diberlakukan ada sosialsiasi yang dilakukan, artinya bukan menetapkan secara sepihak.

 

"Sudah diturunkan tapi memang masih ada juga yang menolak. Jadi kembali lagi kepada aturan kita. Kemudian dalam waktu dekat akan dibuatkan SK dalam tarif ini dan akan tetap kita pungut, kalau misalnya nanti mereka tidak mau bayar kita kasi peringatan sampai kepada peringatan ketika. Kalau tidak mau bayar juga ya kita ambil alih lapaknya. Terus terang saja, orang yang mau masuk berjualan juga banyak, sedangkan tempat kita terbatas. Bahkan ada juga teman-teman yang berpikir kalau bayar lebih pun tidak masalah dan mereka mampu untuk bayar. Tapi kan itu bukan solusi untuk pedagang," katanya.