Keripik Jangkrik Mulai Dipasarkan Bambang Lewat Online

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 17 Maret 2015 08:45 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 772 kali ditampilkan

Sukses dengan bisnis jangkrik hingga meraup untung Rp4 miliar dalam satu tahun, tak membuat Bambang Setiawan berdiam diri. Dirinya mengaku akan terus melebarkan usahanya.

 Pria lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut akan memaksimalkan pangsa pasar bisnis jangkriknya hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau. Meski demikian, Bambang mengaku saat ini pangsa pasar terbesarnya berada di Pulau Jawa.

 

“Jakarta merupakan pasar terbesar dari pasar yang ada di Pulau Jawa. Pangsa pasarnya Jakarta itu lebih dari pangsa pasar di Jawa Barat dan Bandung, tetapi kita masih belum punya pelanggan tetap kalau di Jakarta," kata Bambang.

 

Menurutnya, dengan memaksimalkan pangsa pasar di Pulau Jawa, dia mengaku omzet per tahunnya secara otomatis akan bertambah signifikan. Bambang sendiri seperti diketahui memiliki usaha menjual jangkrik dengan modal awal Rp7 juta, hingga kini Bambang berhasil memperoleh omzet hingga Rp4 miliar per tahunnya.

 

Selain itu, Pria yang menjadi Ketua Kelompok Ternak Trust Jaya Jangkrik ini juga akan berencana mengembangkan usahanya dengan menambahkan varian pada jangkrik miliknya. Kerupuk jangkrik dipilihnya sebagai tambahan baru dari usahanya tersebut.

 

“Tahun ini kita lakukan legalitasnya, awal pemasarannya coba lewat online, media sosial sambil kita promosikan membuka agen,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, untuk pangsa pasar telur jangkrik, Bambang berniat akan memfokuskan pendistribusiannya di luar Pulau Jawa. Guna memudahkan langkahnya melebarkan usahanya tersebut, Bambang akan membuka mitra baru di luar Pulau Jawa dengan skema kerja sama.

 

"Rencanya untuk satu kota ingin membuka partner, jadi kita bisa sharing strategi pemasaran dan budidaya jangkrik, misalnya kita pasok secara rutin telurnya. Jadi bisa mengembangkan pasarnya sendiri dari sharing strategi yang kita pakai, imbal baliknya telur," pungkasnya.

(OKZ)