Ninja Kundur Rayakan Ulang Tahun
KARIMUN - Bukan pendekar ninja, yang dimaksud adalah kuda besi keluaran Kawasaki yang punya nama seperti pendekat asal Negeri Sakura. Komunitas yang berulang tahun yakni Kawasaki Ninja Club (KNC) Kepri - Tanjungbatu. Sungguh satu kebanggaan karena tanpa kami sadari KNC Kundur sanggup berdiri dan bertahan hampir satu tahun.
"Ini jadi acara ulang tahun Pertama KNC. Sengaja dibikin lebih meriah supaya sesama anggota Ninja bisa makin solid. Karena meriah ultah komunitas motor ini dihadiri komunitas KNC yang ada di Kepri serta sejumlah Club motor yang ada di Kundur Seperti Spinco, Kundur Custom, KCC dan Firzr Kundur serta Freedom dari Karimun," ungkap Abdul Hafidz ketua KNC Kundur, Selasa (17/3).
Lebih lanjut Abdul Hafidz mengatakan, Selain untuk merayakan hari jadi KNC yang pertama kegiatan ini juga sebagai kopdar gabungan dengan culb-club motor lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di restauran Gembira Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur juga dimeriahkan dengan karoke bersama.
“Semoga di usia ke-1 tahun, kami tetap solid dan tetap menjaga disiplin lalu lintas,” kata Ucok sapaan akrabnya.
Ucok juga mengungkapkan baik atau buruknya sebuah klub atau komunitas sangat tergantung dari masing-masing anggota dan manajemennya. Kalau memang, tujuan awalnya untuk kegiatan positif maka komunitas atau klub yang bersangkutan akan menuai hasil positif pula.
Namun, ia mengakui sulit untuk menemukan solusi guna menanggulangi masalah geng motor. Yang pasti, semua pihak harus bahu-membahu untuk menanganinya. “Karena itu, setiap anak-anak mengadakan acara selalu saya ingatkan kepada mereka untuk tidak memelihara sikap arogansi,” kata dia.
Ucok juga menilai arti harfiah dari komunitas motor atau klub motor adalah ada kesatuan minat yang diikuti dengan beragam kegiatan yang menopang minat itu. Jadi, apa yang dilakukan geng motor sudah salah kaprah.
“Kalau memang ingin kekerasan ya mediumnya sasana tinju atau klub karate, Jadi kami sangat menyayangkan hal itu,” ujarnya.
Terkait dampak dari geng motor, Ucok meminta masyarakat untuk tidak menyamakan geng motor dengan komunitas atau klub motor. Meski demikian, Ucok menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai.
“Tidak setiap klub atau komunitas motor itu gangster. Kita bisa buktikan itu. Jadi, tolong kepada para teman-teman geng motor jangan merusak hobi dengan kekerasan. Karena hobi ini harusnya lebih banyak melahirkan kesenangan bukan kebencian atau kekerasan,” ujarnya.

