Harga Gas 3 Kg Bakal Naik Tiga Kali Lipat

Diterbitkan oleh pada Jumat, 27 Maret 2015 09:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 878 kali ditampilkan



 
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan men­gatakan, pihaknya mendukung pemberlakukan distribusi tertu­tup elpiji 3 kg. Namun, dia me­minta supaya harga gas melon tetap dan tidak dilepas ke pasar seperti elpiji 12 kg.



Distribusi tertutup oke buat tekan penyimpangan. Tapi jika harganya dilepas ke pasar jelas memberatkan rakyat,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.



Menurut dia, jika elpiji 3 kg dilepas ke mekanisme pasar, har­ganya akan melonjak dari Rp 14 ribu-Rp 15 ribu per tabung men­jadi Rp 40 ribu-Rp 45 ribu kar­ena menyesuaikan harga pasar minyak dunia dan biaya-biaya lainnya. Sementara, bantuan lansung non tunai (BLT) yang ditransfer ke kartu Indonesia sehat rencananya cuma Rp 42 ribu-Rp 45 ribu.



"Ini artinya bantuan tunai itu cukup beli satu elpiji 3 kg per bulan. Sedangkan kebutuhan rumah tangga bisa sampai 2-3 tabung elpiji 3 kg. Sisanya rakyat dipaksa beli dengan harga mahal," ingat Mamit.



Anggota Komisi VII DPR Agus Sulistyono minta pemer­intah tidak melepas harga elpiji 3 kg ke pasar karena pasti mem­beratkan rakyat. Apalagi harga BBM juga sudah dilepas ke pasar. "Harganya pasti melonjak kalau subsidi dicabut. Apalagi harga minyak dunia dan rupiah sedang melonjak, otomatis harga elpiji akan terus naik," katanya.(RMOL)