Pentingnya Data Cuaca
PRAKIRAAN cuaca telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak pertengahan abad kedua puluh. Di negara-negara sub tropis, masyarakatnya sebelum pergi bekerja atau sekolah, orang memastikan keadaan cuaca untuk mengetahui cara berpakaian dan cara untuk menjaga keamanaman dan kenyamanan.
Setiap tanggal 23 Maret, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang bernaung di Perserikatan Bangsa Bangsa beserta 185 negara anggotanya maupun komunitas Meteorologi di seluruh dunia merayakan Hari Meteorologi Dunia.
Setiap tahun ditetapkan tema yang berbeda untuk memperingati Hari Meteorologi Dunia. Tema tersebut biasanya ditetapkan dengan memperhatikan situasi umum cuaca dan iklim serta hal-hal yang berkaitan saat itu. Pada tahun 2015 ini Tema Hari Meteorologi Dunia adalah : “Knowledge Climate for Action Climate” (Pengetahuan Iklim untuk Tindakan Iklim).
WMO di setiap hari jadinya juga selalu mencanangkan gerakan Internasional untuk penelitian, pengamatan dan usaha penanggulangan terhadap hal hal yang bisa mengakibatkan kerusakan iklim dunia. Misalnya melalui diskusi, seminar atau kegiatan ilmiah lainnya yang diikuti oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu seperti pakar Meteorologi, Klimatologi, Lingkungan Hidup, dan lain sebagainya.
Sebagai hasilnya, mereka dapat memberikan prediksi iklim musiman. Misalnya, mereka dapat menilai probabilitas bahwa musim depan akan lebih panas atau lebih basah dari biasanya memprediksi datangnya El Nino atau La Nina yang memiliki periode 2 – 7 tahun. Para pakar dapat memproyeksikan bagaimana iklim akan berubah, dan mereka dapat menilai kerentanan dan kemungkinan dampak di daerah tertentu.
Seperti ketika terjadi El Nino yaitu peristiwa memanasnya suhu muka laut di pantai barat Peru – Equador sehingga bertekanan rendah maka daerah sekitar Pasifik Tengah dan Barat (termasuk Indonesia) yang memiliki suhu muka laut lebih dingin. Angin termasuk uap air dari Indonesia akan tertarik ke Pasifik. Akibatnya tentu saja bisa diketahui yakni terjadinya musim kemarau yang sangat kering di Indonesia.
Curah hujan berkurang dan keadaan menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya. Pengetahuan ini sangat berharga untuk kehidupan manusia sehingga kita bisa melakukan kegiatan yang bisa mengurangi dampak dari yang ditimbulkan.
Di Indonesia , badan pemerintah yang mempunyai tugas di bidang Meterologi , Klimatologi, dan Geofisika adalah (BMKG) . Mungkin banyak orang ketika disebut BMKG yang terlintas adalah hari ini hujan atau tidak. Namun BMKG tidak hanya mengeluarkan data hujan saja, tetapi BMKG menghasilkan begitu banyak data yang sangat dibutuhan untuk sektor pertanian, penerbangan, perikanan, pangan, kesehatan dan konstruksi.
Dulu namanya Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) namun seiring dengan bertambahnya tugas, kewenangan dan tanggung jawab pemerintah melalui peraturan Presiden No.61 Tahun 2008 memutuskan BMG berubah menjadi badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika yang disingkat BMKG .
Seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tugas yang harus diemban BMKG tidaklah ringan. Hal ini mengingatkan betapa sangat luas wilayah Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri atas ribuan pulau dengan topografi yang berbeda-beda serta perairan yang sangat luas.
Oleh sebab itu BMKG mempunyai ratusan stasiun dan ribuan pos pengamatan kerja sama. Stasiun Meteorologi Penerbangan yang berkedudukan di bandar udara, memberikan informasi kepada menara Air Traffic Control ( ATC) untuk data take off dan landing, memberi data flight document yang akan dibawa pilot selama penerbangan.
Kini BMKG dengan semakin pesatnya teknologi maka peralatan untuk menunjang stasiun penerbangan semakin canggih, seperti AWOS (Automated Weather Observing System ) merupakan sistem pengamatan cuaca otomatis yang diperunakan untuk pelayanan informasi take off dan landing dengan updating data tiap satu menit sekali sehingga perubahan data dapat diberikan secara terus menerus.
Data tersebut meliputi arah dan kecepatan angin, jarak pandang, jenis dan ketinggian awan, jumlah curah hujan, tekanan udara juga mencatat banyaknya petir yang terjadi secara real time. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh BMKG di bandara maka pihak operator penerbangan dapat merencanakan penerbangan dengan baik dan efisien sehingga perusahaan penerbangan mampu mendapatkan ‘keuntungan’ dengan tidak melupakan faktor keselamatan.
Pemilihan ‘slot time’ yang tepat dengan memperhatikan trend kondisi cuaca yang terjadi di bandara tujuan mempunyai dampak finansial dan psikologis tinggi. Penerbangan pada waktu dimana sering terjadi cuaca buruk di bandara tujuan akan berdampak menambah biaya sehingga akan bisa merugikan perusahaan. Kondisi cuaca yang buruk juga akan mempunyai dampak psikologis terhadap penumpang sehingga bisa menimbulkan trauma. Radar cuaca juga sangat membantu dalam mencari curah hujan, menghitung gerakannya, dan memperkirakan jenisnya (hujan, salju, hujan es dan lain-lain).
Radar cuaca modern sebagian besar merupakan radar pulse Doppler, mampu mendeteksi gerakan tetesan hujan di samping intensitas curah hujan. Kedua jenis data yang dapat dianalisis untuk menentukan struktur badai dan potensi mereka yang menyebabkan cuaca buruk. Radar cuaca juga mendeteksi asap. Stasiun Meteorologi Maritim bertugas menyelenggarakan pelayanan Meteorologi Kemaritiman berkedudukan di pelabuhan laut , memberikan data untuk kapal-kapal dan para nelayan, seperti kecepatan serta arah angin, tinggi gelombang, sehingga nelayan bisa lebih berhati hati jika sebelumnya melihat data yang diinformasikan oleh BMKG.
Para nelayan juga bisa mengetahui kapan terjadinya migrasi ikan ke perairan mereka sebagai contoh, saat La Nina suhu muka laut di barat Samudra Pasifik hingga Indonesia menghangat. Kondisi ini mendorong ikan tuna dari Pasifik timur yang dingin bergerak masuk ke kawasan timur Indonesia, sebuah berkah yang perlu dimanfaatkan.
Stasiun Klimatologi bertugas menyelanggarakan pelayanan Klimatologi (pertanian) dan kualitas udara kedudukannya di kota-kota terpilih. Data yang dihasilkan oleh stasiun Klimatologi meliputi radiasi matahari, curah hujan,penguapan,suhu tanah dengan kedalaman tertentu, iklim mikro meliputi suhu permukaan tanah gundul,suhu permukaan tanah berumput juga data kualitas udara meliputi polusi udara, debu, kimia air.
Data ini tentu sangat bermanfaat bagi para petani dan masyarakat pada umumnya. Data klimatologi juga selalu di himpun setiap 5 tahun, 10 tahun sampeai 30 tahun.Tentu dengan data jangka panjang ini dapat dianalisa gejala gejala perubahan iklim yang terjadi. Stasiun Klomatologi juga rutin melaksanakan Sekolah Lapang Iklim yang membantu petani untuk mendapat informasi secara mudah tentang iklim untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen iklim. SLI dilakukan di lapangan dalam bentuk simulasi dan diskusi interaktif antara pemandu lapangan dan petani, tentunya materi simulasi disusun mengunakan pengalaman petani sesuai kondisi daerah masing masing. Stasiun Geofisika yang bertugas menyelenggarkan pelaksanan di bidang Geofisika , kedudukan di kota-kota terpilih, yakni kota yang rawan gempa.
. Data yang dihasilkan stasiun Geofisika meliputi informasi gempa kepada publik, memprakirakan dan menginformasikan tsunami yang mungkin timbul akibat gempa. Nah, ternyata begitu banyak informasi yang mampu dihasilkan oleh BMKG Dalam Al Quran sendiri surat Al Imran ayat 191 “yaitu orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…..” menyatakan bahwa kita sebagai manusia tidak bisa dipisahkan dengan alam semesta, Allah juga memerintahkan kita mentadaburi dan memikirkan alam semesta ini, sehingga dengan akal manusia yang diaplikasikan dalam teknologi, manusia pergunakan untuk menjaga kehidupan di alam ini agar tetap seimbang juga menjaga harta benda kita dari bencana yang seharusnya bisa kita cegah dan kita kurangi resikonya. Data cuaca penting dan tidak bisa dipisahkan dari manusia. ***
*Pengamat Cuaca Berdomisili di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

