Ade Angga : Lama Menjadi Politisi Non- Parlemen
Di Lembaga Wakil Rakyat, Ade Angga memang tergolong orang baru. Ia baru duduk dan terpilih menjadi anggota dewan pada pemilu 2014 dan akan menjabat sampai 2019 mendatang. Namun, di politik non parlemen, Ade Angga bukan orang kemaren sore. Sejak masih kuliah dan menjadi aktivis kampus, ia merasa tetesan darah politik sudah mengalir di tubuhnya.
Idealismen, perebutan posisi dan beradu gagasan dalam dunia politik pun sudah dirasakannya saat menjadi aktivis kampus dulu. Terbukti beberapa jabatan kampus pun pernah dipegangnya. Bahkan ,pernah jadi presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI).
Setelah tamat, di usia yang masih terbilang muda, kendali pimpinan sebuah partai berpengaruh dinegeri ini pun sudah ada di tangannya. Yakni, Partai Golkar untuk tingkat Tanjungpinang. Tentu , kedudukan sebagai ketua partai itu bukan sesuatu yang biasa.
Tak banyak partai politik yang mempercayakan anak muda untuk menjadi pemimpin, tetapi itulah yang ditunjukkan pria kelahiran 1981 dengan kepemimpinannya di partai berlambang pohon beringin itu. Padahal dari segi senioritas , sudah pasti banyak kader yang lebih senior.
Kini di Dewan, Ade Angga pun menunjukkan sesuatu yang luar biasa lagi. Meski menjadi orang baru dan belum berpengalaman di kursi wakil rakyat, namun ia langsung menempati posisi nomor dua, yakni Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang.
Pimpinan di partai dan juga di pimpinan dewan , tapi tetap saja Ade Angga tak berubah. Ia tetap biasa. Ramah, rajin menyapa dan menghargai mereka yang senior. Ternyata itupulalah yang menjadi kunci suksesnya hingga menjadi dewan seperti sekarang ini.
Mantan Presiden BEM UNRI inipun berpandangan, kedudukannya sebagai wakil rakyat saat ini merupakan kelanjutan dari perjuangannya semasa mahasiswa dulu. Menampung aspirasi dan turun langsung untuk mendengar keluhan masyarakat.

