Laut Desa Pekajang Menjadi Aktivitas TI Milik Bangka

Diterbitkan oleh pada Selasa, 7 April 2015 09:23 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.600 kali ditampilkan

LINGGA - Laut Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga menjadi aktifitas puluhan unit Tambang Inkonvensional (TI) milik warga Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), untuk menyedot timah yang berada dibawah perairan laut tersebut, Senin (6/4).

 

 

Aktifitas tambang timah laut di desa pekajang tersebut, baru berjalan lebih kurang satu minggu. Semua tambang tersebut milik warga Bangka, memang ada beberapa warga desa pekajang yang ikut bekerja di tambang tersebut, "Saat ini sekitar puluhan unit tambang laut yang beraktifitas, rencananya akan ada sekitar 200 unit yang akan beraktifitas desa pekajang, sejauh ini karena masih baru dampak lingkungan belum ada, namun kita belum tau nanti, karena sebagian besar warga desa pekajang pekerjaannya adalah nelayan," tutur seorang warga pekajang yang tidak mau namanya diberitakan.

 

 

Menanggapi hal itu, Gubernur Kepulauan Riau HM Sani dalam Kunker ke desa pekajang, mengatakan, ini akan menjadi PR kita bersama, karena hal ini menyangkut nasib nelayan serta para pekerja timah, sebenarnya pekerjaan yang dilakukan selagi tidak mengganggu lingkungan, aturan dan hukum dapat  dilaksanakan, "Namun untuk tambang timah ini ada aturannya, akan kita bicarakan hal ini dengan instansi terkait, dan juga berkoordinasi dengan kapolres terkait masalah ini," ujar Sani.

 

 

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, Drs Junaidi Adjam, mengakui telah mendapat informasi terkait adanya tambang timah laut yang beroperasi di laut desa pekajang, namun sejauh ini kita belum menerima laporan dari masyarakat, tapi kita tetap melakukan pengawasan apakah nanti akan ada pencemaran. "Kita dari LH sejauh ini hanya melihat pada dampak pencemaran lingkungan, namun untuk masalah perizinan itu domennya Provinsi, karena UU.No.23 Tahun 2014 adalah kewenangan Gubernur," tutur Junaidi, Senin (6/4) di sela-sela kunker Gubernur Kepri, H M Sani ke Pulau Pekajang.

 

 

Kemudian ditempat terpisah, Kepala Desa Pekajang, Abdul Sadar, saat dikonfirmasi terkait tambang timah laut yang beroperasi di desanya, mengakui, izin TI untuk menambang di laut desa pekajang memang belum ada, tambang tersebut beoperasi hanya dari kesepakatan warga pekajang. Memang warga desa pekajang mayoritas bekerja sebagai nelayan, namun pada musim-musim tertentu nelayan tidak dapat melaut sehingga mereka terpaksa menganggur, karena memikirkan hal tersebut warga menerima kehadiran TI laut tersebut. "Hasil TI laut ini pun dijual melalui orang didesanya namun pemodalnya adalah warga Bangka," beber Abdul.