Nelayan Tanjungpinang Dan Bintan Ricuh Soal Penangkapan Ikan
BINTAN - Penggunaan alat tangkap pukat dan melewati perairan oleh nelayan asal pengujan kecamatan teluk Bintan , dikeluhkan nelayan tradisional asal senggarang kota Tanjungpinang. Pasalnya, penangkapan ikan yang melewati batas perairan oleh nelayan pengujan merugikan nelayan dari daerah senggarang.
Senin (04/06/2015), puluhan nelayan dari senggarang tersebut mendatangi Camat Teluk Bintan, As Syukri, menuntut agar persoalan perselisihan antara nelayan Senggarang dan nelayan asal Pengujan diselesaikan.
As Syukri selaku pihak mediasi mengatakan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh masyarakat asal pengujan yang melewati batas perairan itu merugikan para nelayan tradisional di senggarang serta menyalahi aturan penangkapan. Karena dengan menggunakan pukat, tidak hanya ikan berukuran besar yang ikut tertangkap, tapi juga ikan berukuran kecil.
"Penangkapan menggunakan pukat oleh nelayan pengujan tentu hanya menguntungkan pihak mereka saja. Hasil tangkapannya 20 kali lipat dibanding nelayan pancing. Tidak hanya itu, ikan-ikan kecil juga ikut terangkat bersama pukat. Kalau berlangsung lama, bibit ikan di daerah itu akan habis, sehingga kawasan penangkapan nelayan senggarang akan lebih jauh," ujarnya.
"Dengan pertemuan ini, diharapkan kedepan tidak terjadi lagi seperti yang lalu dan penanganan ini perlu perhatian dari Bupati Bintan dan Walikota Tanjungpinang. Karena ini dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan baik dari Tanjungpinang dan Bintan," jelasnya sebagai mediasi.

