Tiga Kakak Beradik Hangus Menjadi Arang

Diterbitkan oleh pada Selasa, 7 April 2015 08:29 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 856 kali ditampilkan

Enam rumah layak huni atau restlemen di Kelurahan Bagan Barat terbakar. Tiga kakak beradik tewas menggenaskan dan sudah menjadi arang. Salah satu dari yang meninggal, ternyata berupaya menyelamatkan adiknya.



Kejadian memilukan ini, Senin (6/4/15) sekitar pukul 21.00 WIB, persisnya pada salah satu gang di Jalan Tecong, enam restlemen rata dengan tanah, semuanya hangus terbakar dan tidak ada yang tersisa.



Dibalik itu, tiga nyawa kakak beradik anak Milawati dan Awaludin tidak dapat diselamatkan, mereka tewas menggenaskan, tubuhnya hangus.



Sang ibu, Milawati, hanya bisa meratap, sambil menyebut, “anakku, anakku, anakku, anakku, tolong anakku” hingga berulang-ulang, dan ternyata sejumlah tubuhnya juga banyak luka bakar, dan tak lama berselang, dia dilarikan kerumah sakit.



Menurut penuturan salah satu kakak korban yang selamat, Muhammad Aldi, tiga adiknya yang hangus terbakar menggenaskan itu, Nurjamal, duduk di Kelas VI, Yuni, Kelas I dan satu lagi belum sekolah bernama Raihan.


Menurutnya, saat kejadian, adiknya bernama Nurjamal sudah terbangun, dan sudah sempat membangunkan dirinya dan membawa keluar.



Muhammad Aldi keluar, meski punggung serta bagian tubuh lainnya terlihat terbakar dan saat itu dia tidak memakai baju.



Namun, Nurjamal menurut Muhammad Aldi, pergi masuk kembali kedalam rumah dengan maksud menyelamatkan dua adiknya yang berada didalam, namun akhirnya diapun terperangkap.



Muhammad Aldi secara polos menjelaskan, kalau api berasal dari lampu colok yang ada dirumahnya, dimana lampu itu hendak dimatikan, namun lampu terjatuh, dan menimbulkan kobaran api, namun dia tidak menjelaskan, siapa yang menjatuhkan lampu tersebut.



Sementara itu, tiga mayat tersebut baru bisa diangkat masyarakat sekitar, ketika api sudah mulai padam, dan kondisinya sangat menggenaskan, sudah menjadi arang, dan aroma bau daging terbakar tercium cukup menyengat hidung.



Yang pertama ditemukan, mayat sudah hangus diatas sepeda, disusul yang kedua dilokasi berdekatan, dan mayat ketiga, diangkat menggunakan kain sarung, diletakkan pada salah satu rumah warga lainnya yang tidak terbakar diseberang jalan.


Mobil pemadam kebakaran dan ambulance kesulitan masuk kelokasi kejadian, karena jalan masuk sempit, ditambah banyaknya sepeda motor yang diparkir warga dipinggir jalan dengan maksud menyaksikan kejadian tersebut.***(nop) Keterangan foto Res1 warga berupaya mengangkat mayat ketiga menggunakan kain sarung Res2 mayat salah satu kakak beradik yang sudah menjadi arang diatas sepeda Res3 api berkobar membakar 6 restlement di Bagansiapiapi. (RTC)