Dinkes Tanjungpinang Awasi Jajanan Sekolah

Diterbitkan oleh pada Kamis, 9 April 2015 13:59 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.080 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Tanjungpinang ungkap inspeksi mendadak (sidak) jajanan yang dijual di sejumlah sekolah di Tanjungpinang. Hasilnya, ditemukan ada beberapa yang mengandung bahan berbahaya yang tidak sehat untuk kesehatan.



“Kita ambil contoh makanan yang dijual di kantin-kantin sekolahan untuk uji laboratorium, apakah jajanan yang dijual di beberapa sekolah ini layak dikonsumsi atau tidak. Akan kita cek dulu di lab,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam, Kamis (04/09/2015).

 


Makanan yang tidak aman dikonsumsi merupakan makanan yang sudah rusak atau basi. Selain itu, makanan yang cara pembuatannya dicampur dengan zat kimia seperti boraks, pewarna, dan campuran bahan lain yang dapat menyebabkan kesehatan manusia.


Seperti halnya makanan ringan jenis mi lidi dan makaroni.  Pembuatan makanan ini diduga menggunakan bahan pengawet dan zat yang berbahaya. Jika dikonsumsi akan menimbulkan penyakit. “Sebetulnya bahayanya tidak secara langsung, tapi jangka panjang antara 10 sampai 15 tahun ke depan. Paling tidak, kita harus berhati- hati dan mengetahui mana makanan yang layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

 


Jika makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya ini dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dapat menurunkan daya ingat. Selain itu, dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan penyakit kanker, lumpuh, stroke, dan sebagainya.

 


“Kenyataannya, sudah banyak sekali yang terdampak dari makanan berbahaya ini, selalu ada orang yang melakukan cuci darah karena terdampak jajanan bahaya,” ungkapnya.


Usai uji laboratorium rencananya, puluhan sampel makanan yang dibawa tersebut akan dikembalikan lagi ke kantin sekolahan masing-masing untuk dipaparkan kepada penjual maupun kepada siswa-siswi. Tujuannya, agar para penjual maupun siswa mengetahui mana jajanan yang layak dikonsumsi atau tidak.