Warga Desa Pena'ah Tuntut Pemerintah Untuk Selesaikan Realisasi RTLH 2013

Diterbitkan oleh pada Kamis, 23 April 2015 14:01 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.248 kali ditampilkan

LINGGA - Dari sembilan buah bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2013 untuk masyarakat miskin yang berada di Desa Pena'ah, Kecamatan Senayang, hanya empat buah RTLH yang terealisasi dan sisanya belum selesai. Tidak selesainya hingga pertengahan April 2015 membuat warga minta aparat penegak hukum mengusut dugaan penyelewengan dana ini.


Rumah bantuan pemerintah yang bersumber dari dana pusat tersebut hingga saat ini terbengkalai. Akibatnya, penerima bantuan yakni para duda dan janda warga desa Pena'ah tidak bisa menempati rumah bantuan tersebut dan terpaksa tinggal dirumah mereka yang nyaris roboh.


Pantauan dilapangan, lima buah RTLH yang tidak selesai tersebut belum selesai 100 persen. Bangunan hanya separuh jadi dan belum layak untuk ditempati. Dinding papan, masih belum terpasang begitu juga pintu dan daun jendela yang ternganga. Atap seng hanya sebagian, lantai belum terpasangan begitu juga fasilitas lain seperti kamar mandi yang terbengkalai hingga dua tahun.


A Zahari, kepala Dusun I, desa Penaah kepada Terkininews.com mengatakan, permasalahan ini harus segera diselesaikan. Sebagai dusun dikampungnya, ia merasa iba melihat kondisi tersebut. Sebagian warganya yang merima bantuan dan tergolong warga miskin, tua dan tidak mampu belum juga dapat menikmati fasilitas pemerintah tersebut.


"Sekarang rencana pembangunan RTLH tahun 2015 ada lagi. Kami tidak mau terima kalau RTLH 2013 ini tidak diselesaikan. Kasian warga kami, yang dapat bantuan mereka Janda dan Duda yang telah berumur, tapi sampai sekarang rumah mereka tak selesai," ungkap Zahri, Rabu (22/4).


Dari lima buah rumah yang tidak selesai, empat rumah kondisinya belum dapat ditempati. Dikatakan A Zahari, empat rumah tersebut adalah milik Selange, Fatimah, Tegang dan Lende. "Jadi mereka sekarang tinggal di pondok," tambahnya.


Ia berharap, pemerintah daerah dan dinas terkait dapat lebih serius membantu masyarakat. Sebelumnya, dusun Pulu Buluh, desa Pena'ah juga mengalami permasalahan sama. RTLH tak selesai.


Sementara itu, Muslim, kepala dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) kabupaten Lingga, yang berkantor di Dabo Singkep, dihubungi melalui nomor telponnya mengaku baru mengetahui hal ini. Terkait persoalan tidak selesainya kegiatan di dinasnya untuk warga desa Pena'ah tersebut, ia merasa kecolongan. Sebab, laporan dan data yang masuk kepadanya soal laporan dilapangan, baik dari tim nya maupun Bappeda kabupaten Lingga, tidak ada kendala. Laporan mengatakan, pekerjaan RTLH telah selesai.


Terkait hal ini, Muslim megatakan pihaknya akan segera memanggil kepala desa Penaa'ah yang lama. Iaitu Andre. Sebab pembangunan RTLH 2013 di desa Pena'ah seluruhnya dikatakan Muslin ditangani oleh Andre.


"Kami akan panggil mantan kadesnya,"tuturnya singkat.


Sementara itu, Dinsosnaker untuk tahun 2015, dibenarkan Muslim akan kembali melanjtkan lagi kegiatan bantuan RTLH untuk masyarakat kabupaten Lingga. Dikatakannya, tahun 2015 sebanyak 1419 buah RTLH akan dibangun di enam kecamatan di kabupaten Lingga.


"Nanti untuk enam kecamatan. Kecamatan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur, Selayar, Singkep Barat dan Senayang," tambah Muslim.


Terkait bangunan RTLH yang tidak selesai, Muslim berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Ia minta kades lama bertanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Muslim juga berharap data tim yang mengecek kelapangan serta pengurus yakni perangkat desa sendiri benar-benar dapat dipercaya membantu pemerintah daerah dalam rangka memberantas kemiskinan.