Dampak Efesiensi Anggaran, Para THL Terancam Dipecat
LINGGA - Dampak dari efesiensi anggaran yang dilakukan Pemkab Lingga akibat defisit anggaran yang terjadi ditahun 2014. Ratusan tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di beberapa SKPD di Kabupaten Lingga terancam "dipecat".
Salah satu THL yang bekerja di SKPD Kabupaten Lingga menyebutkan, jumlah THL yang bakal dipangkas mencapai ratusan orang. Mereka berharap tokoh masyarakat di Lingga bisa membantu untuk mencarikan solusi.
"Kepala kantor kami sudah menyampaikan hal ini. Mereka tidak mampu lagi membayar gaji THL. Meskipun ada beberapa rekan yang masih dipertahankan, namun gajinya yang dulunya satu juta kini hanya tinggal lima ratus ribu," katanya yang tidak mau namanya dipublikasikan, Selasa (28/15).
"Sudahlah sekarang cari kerja susah, kini kami harus dipecat. Mau kerja apa lagi? Seharusnya dari dulu mereka tidak menerima THL kalau tidak sanggup," katanya lagi kesal.
Sementara di tempat terpisah, Ketua DPD PAN Kabupaten Lingga, Rudi Purwonugroho, juga mengaku menerima keluhan dari beberapa THL di Kabupaten Lingga. Mantan anggota DPRD Kabupaten Lingga ini berharap agar Pemkab Lingga mengambil sikap tegas dan tidak melakukan pemecatan terhadap THL ini.
"Sebaiknya tak perlu diberhentikan atau dikurangi gajinya karena masih banyak solusi lain yang bisa dilakukan. Kemarin saya juga sudah mendapat laporan dari beberapa THL ini. Terus terang saya sangat prihatin atas kejadian ini," kata Rudi.
Menurutnya, setiap SKPD bisa mengurangi anggaran perjalanan dinas yang tak penting untuk menghindari pemecatan tersebut. Selain itu kegiatan-kegiatan seremonial dan penganggaran proyek yang nilainya cukup besar seharusnya diambil alternatif dengan menekan harga barang tersebut.
"Contohnya, kalau ada pengadaan yang harganya satu miliar, dicarikan harga yang lima ratus juta saja namun kualitasnya tetap sama. Jangan dipaksakan anggaran tersebut. Demikian juga dengan penggaran kegiatan lain yang tak penting," terangnya.

