Makin Resahkan Warga Tanjungpinang, Anak Punk Dirazia

Diterbitkan oleh pada Rabu, 29 April 2015 20:15 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 1.544 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Keberadaan anak punk di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri, semakin meresahkan warga. Tidak hanya meminta uang kepada penumpang angkutan umum secara mendadak, namun juga melakukan tindakan yang mengganggu kenyaman warga.

 

Seperti yang dialami oleh  Lia (25), pedagang kaki lima ini merasa terganggu dengan kehadiran anak punk yang kerap kali nongkrong di lokasi dagangnya sehingga menyebabkan sepi pembeli.

 

"ya semakin hari dibiarkan makin jadi, bukan apa-apa tapi lihat pembeli tambah sepi dengan kehadiran mereka," ujar Lia kepada wartawan, Rabu (04/29/2015). Dia mengatakan, selain dirinya ada juga dua pedagang lain yang merasakan hal serupa ditambah lagi suara berisiknya yang dinilai tidak sopan.

 

Menanggapi hal ini, Kasat Sabhara Polresta Kota Tanjungpinang AKP Rambe, langsung menginstruksikan jajarannya untuk merazia anak punk di Kota Tanjungpinang. Hingga hari ini, tercatat sebanyak dua puluh empat anak punk diamankan di Jalan KM 9 Bintan Centre. Rambut mereka langsung dicukur rata. "Kita ingin memberikan shock therapy kepada mereka," katanya.

 

Beliau menegaskan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap anak punk yang tertangkap. "Kita langsung bergerak untuk menelusuri anak-anak punk untuk didata. Tim dari Polres sudah bergerak, sudah ada beberapa yang diperiksa. Kita terus melakukan razia agar masyarakat menjadi aman dan nyaman," imbuhnya.