Akibat Kecelakaan, Siswi SMPN 2 Singkep UN di Rumah
LINGGA - Karena kondisi kaki yang patah diakibatkan kecelakan yang malang. Satu orang siswi SMP Negeri Dua Singkep terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional hari pertama di Rumahnya. Senin (04/15).
Sukirno Kepala Sekolah SMP Negeri Dua Singkep mengatakan, kebijakan ini diambil atas perintah darinya karena meskipun kondisi fisik siswi tersebut kurang baik, namun secara mental siswi tersebut tidak ada masalah dan dokter juga menyatakan siswi tersebut siap mengikuti UN namun karena kaki kirinya patah sehingga siswi tersebut tidak dapat menuju ke sekolah.
" Setelah semalam mengecek kesiapannya, kondisi mentalnya bagus jadi saya putuskan satu guru pengawas untuk mengawasi ujiannya di rumahnya," kata Sukirno.
Total Siswa-siswi SMP Negeri Dua Singkep yang mengikuti Ujian di Hari pertama ini berjumlah 189 orang dengan rincian 101 siswa laki-laki dan 88 orang siswi perempuan. Dihari pertama ujian ini tidak ada kendala yang berarti, semua siswa mengikuti ujian hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tenang dan rilex. Dan untuk soal ujian nasional tingkat SMP dihari pertama ini juga tidak ada kendala, soal masih cukup beserta dengan soal cadangannya.
" Tadi pagi sebelum mereka mengerjakan soal, saya sudah cek ke kelas-kelas sambil mengingatkan mereka agar tidak tegang dan rilek dalam menjawab soal, karna kelulusan akan ditentukan sekolah, jadi yang menentukan mereka lulus adalah kelakuan dan prestasi mereka selama di sekolah juga ikut menjadi jaminan," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Pelaksana Ujian Nasional tingkat SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Lingga Rahmat Surya Siregar mengatakan Jumlah peserta Ujian Nasional untuk tingkat SMP Se - Kabupaten Lingga berjumlah 1.301 siswa, dengan rincian Kecamatan Lingga 179 siswa, Lingga Timur 61 siswa, Selayar 57 siswa, lingga Utara 156 siswa, Singkep 389 siswa, Singkep Pesisir 42 siswa, Singkep selatan 10 siswa, Singkep Barat 168 siswa, dan Senayang 239 siswa.
" Untuk saat ini belum ada kendala dilapangan, ujian ini akan berlangsung selama empat hari, satu hari peserta akan mengerjakan satu mata pelajaran, yang dimulai Bahasa Indonesia di hari pertama, setelah itu Matematika, Bahasa Inggris dan terakhir IPA," ungkapnya.

