DPRD Kepri Soroti Persoalan Rumah Liar di Batam

Diterbitkan oleh pada Senin, 4 Mei 2015 11:33 WIB dengan kategori Batam dan sudah 892 kali ditampilkan

BATAM - Persoalan bangunan kios dan rumah liar ( ruli) yang menjamur. Persoalan inilah yang disoroti anggota dewan Kepri dari daerah pemilihan ( Dapil ) Batam, Rabu (29 /4/2015) di Batam.

 


Masalah kampung tua, menurut Ruslan Kasbulatov karena Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan ingin mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub/Pilwagub) mendatang.


Dan meminta agar Dahlan dapat diperiksa oleh aparat kepolisian, dimana hampir setiap tahun sewaktu masih di DPRD Batam memberikan anggaran Rp 600 juta hingga Rp 800 juta untuk pengukuran kampung tua.


 

 

Kemudian menjamurnya rumah liar (ruli) dan kios liar di Batam juga menjadi pembahasan utama anggota DPRD Kepri. Wakil rakyat Kepri itu,  menduga ini adalah faktor pembiaraan yang dilakukan Pemko Batam dan (BP) Batam.


 

Sementara, Onward Siahaan juga mengatakan, kedua instansi pemerintah tersebut seakan melakukan pembiaran ruli. Onward pernah melihat oknum Satpol PP dan orang yang mendirikan kios liar saling melambaikan tangan. 


 

"Saya kadang melihat tukang-tukangnya saling melambaikan tangan dengan Satpol.  Artinya Satpol PP ada kerjasama dengna pembangunan kios liar tersebut," ujarnya.  (MB)