Jelang Puasa Demam Batu Akik Merosot Di Bintan
Menurutnya, berkurangnya permintaan kemungkinan masyarakat sudah memiliki batu cincin. “Pembeli mulai berkurang, penghasilanpun berkurang,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, kurangnya pembeli bisa jadi masyarakat sedang mengumpulkan uang untuk kebutuhan puasa yang sudah di depan mata. Ia mengatakan, meski jualan di pinggiran jalan, banyak pembeli yang mampir untuk menawarkan barang dagangan miliknya. Harga penjualan bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan.
“Sekarang jauh beda penjualan. Terkadang hanya laku satu atau dua cincin perhari,” kata dia. Meski demikian, lanjutnya, walaupun penghasilan minim, mereka tetap menjalankan usaha yang sudah menjadi hobi. “Yang penting kita usaha, banyak sikit sudah ditentukan oleh yang mahakuasa,” jelas Anton.

