Jelang Puasa Demam Batu Akik Merosot Di Bintan

Diterbitkan oleh pada Senin, 4 Mei 2015 06:50 WIB dengan kategori Bintan dan sudah 1.098 kali ditampilkan


 

Menurutnya, berkurangnya permintaan kemungkinan masyarakat sudah memiliki batu cincin. “Pembeli mulai berkurang, penghasilanpun berkurang,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, kurangnya pembeli bisa jadi masyarakat sedang mengumpulkan uang untuk kebutuhan puasa yang sudah di depan mata. Ia mengatakan, meski jualan di pinggiran jalan, banyak pembeli yang mampir untuk menawarkan barang dagangan miliknya. Harga penjualan bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga jutaan.

 

“Sekarang jauh beda penjualan. Terkadang hanya laku satu atau dua cincin perhari,” kata dia. Meski demikian, lanjutnya, walaupun penghasilan minim, mereka tetap menjalankan usaha yang sudah menjadi hobi. “Yang penting kita usaha, banyak sikit sudah ditentukan oleh yang mahakuasa,” jelas Anton.