Jelang Laga Barcelona vs Bayern Munchen

Diterbitkan oleh pada Rabu, 6 Mei 2015 06:16 WIB dengan kategori Olah Raga dan sudah 793 kali ditampilkan

Reuni dalam sepakbola hampir pasti tak bisa dihindarkan. Di sana terakumulasi riwayat sukses nan inspiratif yang menggugah semangat hingga momen-momen sedih yang menguras air mata. Dan itulah yang membuat sepakbola menjadi kisah yang selalu menarik untuk diceritakan. Sebab, sepakbola adalah pengejawantahan kehidupan manusia itu sendiri.


Berbicara tentang reuni dalam jagat si kulit bundar, tidak ada reuni di musim ini yang sedahsyat kepulanganPep Guardiola ke Barcelona. Sayang, pertemuan kembali antara dua unsur yang saling berkaitan erat tersebut tidak terjadi dalam situasi yang sepenuhnya menyenangkan. Ya, Guardiola datang ke Barcelona sebagai lawan.

"Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Tentu saja ini spesial bagi saya, dan saya merasa sangat, sangat emosional," tutur Guardiola yang pernah mempersembahkan 14 titel semasa menukangi Blaugrana pada 2008 hingga 2012.Guardiola, eks pemain dan pelatih tersukses di Barcelona, kini bertugas di Bayern Munich. Takdir akhirnya mempertemukan kembali pria berusia 44 tahun itu dengan sang mantan dalam leg pertama semi-final Liga Champions, Kamis (7/5) dini hari WIB di Camp Nou.

Guardiola jelas menyadari fakta bahwa sebagian besar penggawa inti Barcelona saat ini merupakan mantan anak didiknya dengan filosofi bermain yang tak jauh berbeda saat dirinya masih bertugas. Dengan demikian, ia juga masih ingat betul tentang seluk-beluk sang raksasa Catalan, dan tentu tahu di mana titik lemah mereka. Inilah yang menjadi keuntungan terbesar bagi Bayern.

“Pelatih adalah orang yang paling mengerti Barcelona lebih dari siapapun. Dia akan memberikan resep jitu kepada kami. Kami akan menyiapkan laga ini sebaik mungkin,” ujar penyerang The Bavarians, Thomas Muller.

Sayang, Guardiola dan pasukannya datang ke Camp Nou dengan kondisi compang-camping. Cedera menjadi faktor yang paling menghambat sebagaimana Bayern harus kehilangan beberpa pemain penting seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Sebastian Rode, David Alaba, dan Holger Badstuber. Striker Robert Lewandowski juga diragukan akibat cedera hidung dan rahang, namun ia diperkirakan tetap dipaksa bermain menggunakan topeng pelindung. Satu kabar baik yakni pulihnya Javi Martinez dari cedera lutut yang dideritanya sejak Agustus lalu.

Kurang lebih dua tahun lalu, juga di semi-final Liga Champions, Bayern Munich berhasil membuat Camp Nou sunyi senyap lewat kemenangan 3-0 (agregat 7-0) untuk melenggangkan kelolosan mereka ke final.

Masalah motivasi juga menjadi faktor minus dari sang jawara teranyar Bundesliga Jerman ini setelah mereka menelan kekalahan dalam dua laga terakhir, yakni disingkirkan via adu penalti oleh Borussia Dortmund di semi-final DFB-Pokal dan terakhir keok 2-0 di tangan Bayer Leverkusen, Sabtu (2/5) lalu. Padahal, dua pekan sebelumnya Bayern mampu mencatatkan comeback ajaib ketika menyingkirkan Porto di perempat-final UCL.

Problem berikutnya adalah sang lawan itu sendiri di mana Barcelona sedang berbulan madu dengan trio MSN. Hingga saat ini, koleksi gol Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar jika digabung sudah menembus 108 gol di semua ajang musim ini! Catatan yang membuat nyali lawan manapun akan ciut. Performa armada Luis Enrique juga sedang panas-panasnya di mana mereka mampu memenangi 15 dari 16 laga terakhir di semua kompetisi. Treble kini menjadi bidikan realistis Barca.

Untungnya, Bayern punya rekor apik dengan Barcelona. Bahkan Die Roten begitu perkasa di Camp Nou dengan memenangi tiga dari empat laga tandang terakhir. Yang terkini adalah semi-final UCL 2012/13 ketika Bayern sukses menggebuk Barca 3-0 di Camp Nou. Sebuah kemenangan yang membuat skor agregat menjadi 7-0 sekaligus memuluskan langkah Bayern menggapai treble bersejarah di musim itu.

Guardiola tentu berharap timnya mengulangi performa dua tahun lalu tersebut, namun saat ini ia dihadapkan pada masalahnya sendiri. Ia akan berupaya sekeras mungkin agar jangan sampai keran gol Barcelona terbuka terlalu lebar sehingga Bayern berkesempatan meraih hasil apik di Allianz Arena pada leg kedua pekan depan. Kalau tidak, Barca bisa menjelma menjadi hantu Real Madrid di semi-final musim lalu.(goal)