Ing Iskandarsyah: Konsentrasi Membangun Pulau

Diterbitkan oleh pada Kamis, 7 Mei 2015 16:34 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.452 kali ditampilkan

ANAK pulau kembali ke pulau, meski sudah merantau jauh ke Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Ing Iskandarsyah, pria asal Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang kini berusia 40 tahun, sejak duduk di bangku sekolah dasar berada di negeri Kincir Angin. Siapa sangka kini dia menjadi anggota DPRD Kepulauan Riau dengan perjalanan politik yang cukup panjang.

 

Ia merasa beruntung dapat kembali ke kampung halamannya, dan membawa segudang ilmu pengetahuan yang diperolehnya di Belanda.

 
"Saya ini kombinasi antara orang Alai, Kundur dan Moro. Istri saya orang Betawi Tangerang, bernama Siti Rojiah dan anak saya Zhilal Robbani Iskandar berumur 3 tahun lahir di Delft-Belanda," ucapnya.

 
Pria yang memiliki moto hidup harus senantiasa optimistis itu memiliki berbagai pengalaman organisasi kemasyarakat di bidang charity dan sosial, seperti menjadi Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Belanda, Ketua Organisasi Keluarga Islam Delft-Belanda, pengurus dan khatib Masjid Al-Hikmah Den Haag dan pendiri Indonesische Stichting Nederland (ISNED).

 
Selain itu, ia juga sebagai pengurus Yayasan Indonesia-Belanda. Di Kepri, dia mendirikan Komunitas Kepri Mengajar, yang memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak putus sekolah dan pelajar kurang mampu.

 
"Sewaktu musibah bencana tsunami di Aceh dan Gempa di Yogyakarta, saya aktif sebagai Ketua Tim Fundrising Indonesia di Belanda," kata Iskandarsyah, di Tanjungpinang, Kamis.

 
Berbekal pengalaman di organisasi itu, dia masuk ke organisasi politik. Baginya terjun ke dunia politik merupakan salah satu cara untuk memberikan konstribusi bagi masyarakat luas, khususnya di Kepri. Oleh sebab itu, baginya, hakikat politik adalah pekerjaan yang sangat mulia karena membantu masyarakat.

 
Partai Keadilan Sejahtera merupakan partai pilihannya untuk mengimplimentasikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya di organisasi. Ia pernah menjabat sebagai pengurus DPP PKS di Biro Hubungan Luar Negeri Bidang SDM. Kemudian ia ditunjuk dan diminta untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif Kepri Pemilu 2009 untuk daerah pemilihan Kabupaten Karimun.

 
Setelah berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kepri periode 2014-2019, Iskandar kembali beruntung karena dipercaya partainya untuk menjabat sebagai wakil ketua di lembaga legislatif itu.

 
Kemudian ia menyadari menjadi anggota DPRD merupakan cerminan dari kesadaran akan tanggung jawab sebagai salah satu fungsi manusia yang memang harus peduli dan berbuat nyata untuk kepentingan publik, meski melalui peran yang berbeda sesuai fungsi DPRD, yakni pengawasan, anggaran dan legislasi. (ANT)