Pemadaman Listrik yang Tiada Obatnya
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di kota Tanjungpinang belakangan ini sangat meresahkan masyarakat Tanjungpinang. Apalagi yang terjadi secara tiba-tiba. Hal ini sangat mengganggu aktivitas semua masyarakat Tanjungpinang. Kehidupan modern saat ini sangat tidak memungkinkan tanpa adanya energi listrik. Manusia membutuhkannya hampir disemua lini kehidupan. Baik dirumah tangga, pertokoan, perkantoran, pabrik, rumah sakit, sekolah, dijalanan, ataupun ditempat-tempat umum lainnya. Pemadaman bergilir adalah pemadaman yang dilakukan secara sengaja sebagai upaya terakhir dari perusahaan penyedia listrik untuk menghindari mati listrik total pada suatu sistem jaringan listrik.
Pemadaman listrik yang terjadi bukan merupakan masalah yang baru kita dengar tetapi masalah yang dari dulu sampai sekarang tak usai-usai, ibaratnya seperti orang sakit yang tiada obatnya. Mungkin hal ini sangat lucu untuk kita katakan namun ini lah fakta dan realita yang terjadi di kota Tanjungpinang tersebut. Pemadaman listrik secara bergiliran di Tanjungpinang tidak hanya mengganggu usaha masyarakat, melainkan sangat mengganggu dunia pendidikan. Jadwal pelajar maupun mahasiswa menjadi terbatas untuk mereka belajar pada saat malam hari, seperti yang terjadi pada beberapa kawasan di Tanjungpinang.
Hal seperti ini harus segera diselesaikan karena Listrik merupakan suatu kebutuhan penting bagi manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, dimana pada yang zaman modern ini sudah banyak alat pendukung kehidupan manusia yang membutuhkan tenaga listrik untuk mengoperasikannya, seperti lampu, mesin cuci, mesin pompa air, televisi, radio, komputer dan perangkat elektronik lainnya.
Listrik telah menjadi kebutuhan yang mendasar untuk berbagai aktifitas manusia, yang kemudian digunakan untuk beragam fungsi kedepannya. Listrik menjadikan manusia ketergantungan akan keberadaannya, tidak dapat dipungkiri bahwa listrik merupakan tenaga yang dibutuhkan manusia dalam segala hal yang mendukung aktifitas manusia. Adapun akhirnya peran dari pemerintah dalam penyediaan listrik bagi masyarakat luas. Tidak heran jika pemerintah menguasai kepentingan listrik dalam bentuk badan usaha milik negara untuk dapat mengaturnya dengan baik untuk kepentingan bersama agar tidak terjadi monopoli dalam kepentingan ini.
Pemadaman listrik bagi masyarakat Tanjungpinang pada umumnya bila dilihat sepintas memang merupakan hal yang sepele, tapi bayangkan jika hal ini terjadi pada sebuah pabrik produksi skala besar atau pusat perbelanjaan dan perkantoran yang tidak dapat ‘hidup’ tanpa pasokan listrik. Satu menit aliran listrik sangat berarti bagi mereka. Bila hal ini dibiarkan, kegiatan perekonomian, pendidikan, dan bidang vital lainnya akan terganggu.
Sangat di sayangkan sekali jika Kota Tanjungpinang di pandang Bedelau dan di sebut kota gurindam namun sering terjadi pemadaman listrik, Tanjungpinang yang merupakan salah satu kota pusat pembelanjaan yang di pandang megah namun di dalam nya ibarat sebuah pulau tiada penunggu gelap gulita saat pemadaman listrik. Harapan saya semoga masalah pemadaman listrik di kota Tanjungpinang lekas usai.
Kasiani lah kami !
Puspa Sari
Ilmu Pemerintahan
Mahasiswi Stisipol Raja Haji

