Kunjungan Jokowi ke Bumi Papua Diharapkan Bisa Memberikan Efek Positif
Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Papua pada 8 dan 9 Mei ini harus membuahkan hasil, khususnya bagi penuntasan konflik di Bumi Cenderawasih.
Ketua Eksekutif Indonesian Human Rights Committe for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan mengatakan, kunjungan Jokowi patut diberi apresiasi. Namun, lebih penting adalah subtansi kunjungan harus memberi harapan baru bagi masyarakat Papua yang kerap dilanda konflik.
"Papua adalah persoalan laten yang hingga saat ini belum bisa ditangani oleh pemerintahan sebelumnya," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/5).
Ridwan menjelaskan, persoalan yang mendera Papua amat kompleks. Seperti persoalan hak asasi manusia (HAM), baik sipil politik maupun HAM dalam rumpun ekonomi, sosial, budaya, Juga masalah politik dan keamanan khususnya historitas integritas Papua.
"Kunjungan kedua Jokowi setelah menjadi presiden harus dibuktikan dengan langkah konkrit. Sebab, konflik yang melanda Papua tidak lepas dari penanganan yang salah dan dugaan tindakan represif oleh negara," bebernya.
Karena itu, di berharap kunjungan tersebut dapat dilanjutkan dengan memulai penerapan dialog-dialog dalam kerangka untuk mencari formula penyelesaian masalah Papua.
"Salah satu solusi utamanya adalah segera audit, inventarisasi seluruh persoalan di Papua, fasilitasi dialog di sana untuk mengurai kerumitan. Dengarkan yang menjadi keluhan masyarakat Papua, lalu laksanakan jangan hanya sekedar wacana," demikian Ridwan. [wah]

