Hilang Diterkam Buaya, Putri Anak Suku Laut Masih Belum Ditemukan

Diterbitkan oleh pada Ahad, 10 Mei 2015 23:11 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.219 kali ditampilkan

LINGGA - Putri (10), warga Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, yang diterkam buaya di Sungai Kelumu, Sabtu (9/5) sekitar pukul 10.00 WIB, sampai saat ini baru ditemukan sehelai celana pendek yang dipakainya.


Dia adalah anak dari sepasang suami istri, Ja'far dan Ni yang merupakan suku mantang atau biasa disebut orang kampung kelumu "suku laut".

Pantuan dilapangan, pencarian sejak pagi oleh puluhan anggota polisi dan aparat lainnya bersama warga menggunakan spit, pompong dan perahu dayung.

"Saat ini pencarian korban terus dilakukan tim gabungan aparat dan masyarakat dengan menyusuri sungai. Fokus pencarian kita di sungai setajam. Saat ini belum menemukan tanda-tanda lainnya, baru sehelai celana yang dipakai korban. "kata Briptu Nopri Chandra, Babinkamtibmas desa Kelumu.

Sementara kedua orang tua korban, Ja'far dan Ni, masih sedih dan terpukul atas kejadian anaknya itu yang diterkam buaya besar sekitar 5 meter panjangnya.

Menurut pak Ketem, yang merupakan kakek dari korban terkaman buaya tersebut, cucunya itu tengah bermain diatas busung, ditepi pantai sungai setelah melihat bapaknya pergi mencari kepiting. Padahal ibunya sudah memanggil untuk pulang, tetapi tak dihiraukan.

"iya namanya juga anak kecil, nakalnya mintak ampun, susah dibilangin," ungkap pak ketem dengan nada datar.

Dan saat itu nasib cucu saya menjadi naas ketika sibuaya dari dalam air menerkamnya hingga separuh badan masuk ke dalam mulut buaya tersebut tepat didepan ibunya, jelas pak ketem lagi.

Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan sampai saat ini, Minggu (10/5). Pencairan akan berlangsung hingga malam. Saat ini hanya celana pendek yang dipakai korban ditemukan oleh tim pencari.