Bongkar Muat Barang Di Pelabuhan Sungai Daik Direncanakan Pindah ke Pelabuhan Melukap
LINGGA - Aktifitas bongkar muat barang-barang sembako dan lainnya yang biasa di bongkar di Pelabuhan Sungai Daik, direncanakan akan dipindahkan aktifitasnya di Pelabuhan Melukap.Pasalnya kondisi tiang penyangga pelabuhan tersebut sudah mulai keropos.
Hal tersebut ditanggapi Hendri Efrizal, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Lingga.
" Berdasarkan monitoring dan evaluasi konstruksi pelabuhan bongkar muat Daik, kita melihat,kondisi pelabuhan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipakai tempat aktifitas bongkar muat karena kondisi tiang-tiang pelabuhan sudah mulai keropos," ujarnya, Jumat (15/5).
"Yang kita utamakan adalah keselamatan. Kita tidak mau pelabuhan tersebut roboh dulu baru diperbaiki. Makanya kita rencanakan aktivitas bongkar muat dilakukan di pelabuhan Melukap yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan tersebut,"ujarnya.
Dia mengakui, pemeliharaan pelabuhan di Lingga, berada di Dishubkominfo. Namun karena minimnya anggaran pemeliharaan maka pelabuhan banyak yang tidak dapat diperbaiki.
Dia juga menjelaskan kondisi keuangan daerah yang sedang defisit membuat pemeliharaan aset-aset pemerintah seperti pelabuhan tidak bisa dilaksanakan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga masyarakat Daik Lingga minta tiang pelabuhan pasar Daik diperbaiki. Pasalnya tiang pelabuhan tersebut sudah keropos dan bisa membahayakan warga yang beraktifitas di pelabuhan itu. Tiang pelabuhan pasar Daik, kondisinya sudah semakin mengecil. Besi berkarat yang ada di tengah tiang tersebut sudah terlihat.
Kondisi besi yang ada ditiang dipelabuhan tersebut sudah semakin mengecil dan karatan, sementara pelabuhan yang ada dipasar Daik tersebut adalah pelabuhan satu-satunya yang digunakan oleh kapal barang yang memasukkan barang dari Tanjungpinang, maupun Jambi.
Aduan, warga masyarakat yang dituakan di Daik, meminta pemerintah daerah agar meninjau pelabuhan Pasar Daik tersebut." Pemerintah harus melihat kondisi pelabuhan yang ada sekarang, jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki," tegasnya.
Dia mengatakan, untuk Daik sendiri ada dua pelabuahan, dimana pelabuhan yang satu lagi ada di daerah Melukap. Namun pelabuhan tersebut tidak pernah digunakan, karena letaknya sedikit jauh dari pasar Daik.
" Kita minta kebijakan pemerintah agar membarikan himbauan kepada pemilik kapal sembako yang membawa sembako dari Tanjungpinang maupun Jambi agar bongkar muat di pelabuhan Melukap, karena pelabuhan disana lebih bagus," jelasnya.
Hematnya jika pemerintah yang mengarahkan, maka pemilik kapal sudah barang tentu mentaatinya." Kalau dibiarkan begitu, pemilik kapal tidak akan bongkar muat di pelabuhan Melukap, dengan alasan antar barang ke toko lebih jauh, padahal jaraknya tidak jauh hanya beda beberapa ratus meter saja," ujarnya.

