Kapolres Minta Maaf Atas Penganiayaan Para Pendemo PLN
TANJUNGPINANG - Kapolres Kota Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu mengakui kesalahan para anggotanya dan meminta maaf kepada korban pemukulan yang melibatkan mahasiswa, masyarakat sipil, dan anggota DPRD, wartawan serta dosen dalam aksi unjuk rasa di kantor PLN Tanjungpinang.
“Atas nama Kapolres dan jajaran, saya meminta maaf kepada para korban atas kelakuan beberapa anggota polisi ini. Ke depan, mereka akan kita Investigasi semoga dapat mengubah perilakunya,” katanya, di Gedung Daerah, Kamis (05/21/2015).
Dalam dialog dengan para mahasiswa itu Kapolres menjelaskan, para anggotanya tersebut telah melakukan kesalahan dan dalam proses investigasi. beliau mengemukakan, meskipun sudah dilakukan investigasi, secara internal para anggota yang terbukti terlibat penganiayaan tersebut akan diberi sanksi.
Kapolres menyesalkan kejadian tersebut, karena sebagai aparat penegak hukum harusnya mereka memberi contoh baik dalam penegakan hukum, walaupun tindakan anggotanya itu diakui sebagai kekhilafan.
Kapolres juga memastikan menanggung semua biaya pengobatan dan proses investigasi terhadap anggota polisi ini dan berharap kejadian demikian tidak terulang dan kedua belah pihak tidak ada masalah di kemudian hari.
“Prinsipnya kita mengikuti bagaimanapun petunjuk penegak hukum, hanya saja yang tidak kita terima sebelumnya adalah kenapa harus ada tindak kekerasan sampai ayah saya sobek kepalanya dipukul ramai-ramai,”kata Andri selaku anak korban.

