Rumah Tangga Sasaran di Lingga Belum Menerima Raskin Dari Awal Tahun 2015
LINGGA - Disebabkan karena belum adanya surat permintaan alokasi (SPA) dari Bupati Lingga pada Perum Bulog Sub Divre Tanjung Pinang. Sampai saat ini Rumah Tangga Sasaran (RTS) Kabupaten Lingga terhitung dari Bulan Januari s/d Mei Tahun 2015 belum juga menerima raskin dari pemerintah pusat. Sementara Perum Bulog sudah menyurati bupati, supaya menerbitkan surat alokasi raskin untuk disalurkan.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Tanjungpinang Drs Edi Hanif ketika ditemui media ini menuturkan, raskin untuk masyarakat Kabupaten Lingga sampai sekarang belum tersalurkan, dikarena belum adanya SPA dari bupati. Padahal pihaknya sudah melayangkan surat ke bupati bulan Maret 2015 lalu, namun sampai sekarang belum ada surat perintah penyaluran oleh Bupati Lingga.
"Sudah memasuki lima bulan beras raskin yang seharusnya di terima masyarakat Lingga belum tersalurkan. Jadi kedatangan kita ke Lingga, ingin secara langsung mengantarkan surat SPA ke bupati, tebusan ke DPRD Lingga," ungkap Edi Hanif, Minggu (24/5).
Dia mengaku, Perum Bulog Sub Divre Tanjungpinang membawahi lima kabupaten/kota, yakni Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Anambas, cuma Lingga yang belum menyalurkan bantuan tersebut. Sementara Bulog Tanjungpinang sudah mendestribusikan beras raskin ke gudang Bulog Lingga di Dabo Singkep mulai Februari Tahun 2015 lalu.
"Kalau SPA sudah ada dari bupati, baru beras raskin boleh di distribusikan ke RTS. Kita sangat yakin dan percaya, dengan kondisi perekonomian sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan sekali beras raskin bantuan pemerintah," terangnya.
Dia sangat menyayangkan, sampai sekarang raskin masih menumpuk di gudang bulog Dabo Singkep. Kedatangannya ke Lingga untuk bertemu langsung dengan bupati, supaya beras cepat di salurkan. "Maret 2015 kita sudah menyurati bupati. Ini yang kedua, biar langsung kita serahkan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, Edi Hanif menghimbau pada bupati, agar segera menerbitkan surat alokasi raskin dari Januari s/d Juni Tahun 2015, mengingat sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan. Dengan diserahkan beras tersebut hingga Juni, agar ketersediaan beras tingkat RTS dalam Ramadhan sudah tersedia. "Besok (25/5), langsung kita bawa surat ke bupati, supaya masyarakat tidak memikirkan beras menghadapi Ramadhan," ungkapnya.
Kepala Gudang Bulog Lingga di Dabo Singkep Rodi Siswanto juga mengakui, kalau beras raskin untuk RTS sudah masuk terhitung Februari 2015 lalu. Dia juga mengaku, kalau dirinya sering di telfon warga, dan mempertanyakan kapan beras akan di distribusikan.
"Sekarang beras di gudang sudah 499 ton, kalau tidak ada SPA dari bupati kita tidak berani mendisteribusikan ke setiap kecamatan," imbuhnya.
Ketua DPRD Lingga Muhammad Nizar berharap pada Bupati Lingga secepatnya menerbitkan surat alokasi raskin, supaya masyarakat yang berhak mendapatkan terbantu, terutama bagi masyarakat benar-benar membutuhkan.
"Di antara kabupaten/kota di Kepri, Lingga yang terlambat. Masalah ini harusnya ditangani cepat, apa lagi menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama RTS yang benar-benar membutuhkan, kenapa harus menunggu dan menunggu," pungkasnya.
Perlu diketahui, sebanyak 4.804 rumah tangga sasaran penerima manfaat (raskin) di Kabupaten Lingga. Setiap bulan, masing-masing RTS (per-KK) mendapatkan raskin 15 Kilogram, jadi setiap bulan sebesar 72.060 Kilogram harus disalurkan ke masing-masing RTS oleh pemerintah daerah. Selama satu tahun 864.720 Kilogram, raskin diterima gudang bulog Lingga untuk RTS.

