Wagub Kepri Tinjau Pembangunan RTLH di Desa Kelumu Lingga

Diterbitkan oleh pada Rabu, 27 Mei 2015 08:11 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.619 kali ditampilkan

LINGGA - Wakil gubernur Kepulauan Riau (Kepri),Soerya Respationo, lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Selasa (26/5). Dalam kunjungannya tersebut dia menyempatkan diri berkunjung ke tempat Komunitas Adat Terpencil (KAT), (suku laut), yang ada di Dapur Arang, Desa Kelumu, Kecamatan Lingga.


Kunjungannya sekaligus meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dibangun Provinsi dan Kabupaten Lingga untuk KAT di desa Kelumu. Sebanyak 42 RTLH bantuan Provinsi dan Kabupaten Lingga, yang dikerjakan pada tahun 2014 di Dapur Arang.


Dalam kesempatan tersebut Soerya Respationo memberikan apresiasi terhadap Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kepri dan Kabupaten Lingga, yang sudah bekerja keras untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Kepri terlebih di Kabupaten Lingga.

 

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat KAT yang ada di Dapur Arang, agar bisa memanfaatkan dan menjaga rumah yang diberikan pemerintah tersebut.


Selain itu dia juga mengatakan dengan bantuan tersebut masyarakat KAT bisa mengembangkan kehidupannya ke arah yang lebih maju lagi." Saya harapkan semua KAT, yang ada disini (Dapur arang) bisa mengembangkan diri," ujarnya.


Dilanjutkan Soerya, pembangunan RTLH akan terus menjadi program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Kepri.


Perlu diketahui pembangunan RTLH di Dapur Arang, untuk KAT sebanyak 42 rumah, namun kondisinya sampai saat ini belum ada yang selesai. Semua pembangunan rumah disana baru selesai depanya saja, sedangkan kamar mandi belum ada sampai saat ini.


Saat hal tersebut disampaikan kepada Soerya Respationo, dirinya tidak banyak komentar." Untuk pembangunan RTLH kita akan laksanakan secara berkelanjutan," sahutnya.


Sementara saat ditanya untuk pembangunan RTLH tersebut tidak bisa secara berkelanjutan. Dimana pembangunan RTLH dikerjakan sekaligus, sampai dengan kamar mandi. Hal tersebut tidak bisa di jawab orang nomor dua di Kepri tersebut.