Aksi Tolak Wapres Berujung Ricuh

Diterbitkan oleh pada Jumat, 29 Mei 2015 23:55 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 832 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Terpelajar Kepri di Kota Tanjungpinang, Jumat (05/29/2015), bentrok dengan aparat kepolisian setempat saat menggelar aksi demo menolak kedatangan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Pantauan di Lapangan, demo yang dimulai pukul 15.00 Wib terlihat mulai memanas ketika mahasiswa dilarang aksi di tengah-tengah bundaran Pamedan yang merupakan lokasi tempat mereka berorasi.

 

‘’Pelarangan ini terkait kunjungan Wapres Jusuf Kalla yang akan datang ke Kabupaten Bintan lusa nanti’’ ujar Juwandi selaku koordinator lapangan, Polisi memperkirakan jalur akan terhambat jika mahasiswa berdemo di Bundaran Pamedan. Polisi pun mengarahkan mahasiswa untuk mundur dari bundaran, namun puluhan mahasiswa menolak, aksi saling dorong pun terjadi hingga mahasiswa mundur sekitar 100 meter dari bundaran dan kembali ngotot maju lagi.

 

Polisi terus menyarankan pendemo untuk mundur dan kembali ke pinggiran jalan, namun lagi-lagi pendemo tetap mempertahankan niat mereka untuk melakukan orasi di bundaran. Saat itu lah bentrok fisik terjadi, polisi dan pendemo saling dorong dan berdebat, dan beberapa mahasiswa memilih terbaring di jalanan.

 

Tidak cukup disitu, pendemo yang merasa diperlakukan anarkis tetap bertahan dan menantang puluhan polisi yang berjaga. Padahal polisi sudah mundur dari lokasi. Bahkan pendemo sempat memblokir jalan yang membuat jalur di daerah setempat macet.

 

Saat itu lah emosi polisi kembali naik dan maju dengan kekuatan penuh. Tidak mau mengambil resiko. kelompok Terpelajar Kepri akhirnya juga mundur. Koordinator Lapangan, Juwandi, tetap berteriak menantang puluhan polisi, mereka juga minta polisi yang melakukan tindakan anarkis ditangkap.