Akibat Diistirahatkan Petugas Kebersihan, TPS di Lingga Timbulkan Bau Busuk

Diterbitkan oleh pada Rabu, 3 Juni 2015 16:04 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.139 kali ditampilkan

LINGGA - Akibat diistirhatkannya para petugas pengangkut sampah dan pembersih jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga. Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah Kelurahan Daik, Ibukota kabupaten Lingga mulai menumpuk penuh. Sehingga kantong-kantong pelastik berisi sampah limbah rumah tangga warga Kelurahan Daik ini menimbulkan bau busuk.


Pantauan dilapangan, TPS sampah menumpuk di Ambrol Kampung Cening. Dilokasi terdapat dua buah ambrol dan penuh terisi sampah, karena tak ada ruang, sampah bahkan berserakan dibibir jalan dekat Kantor Camat Lingga tersebut. Sementara itu, di Kampung Cina, Jalan Datok Laksemana, sampah rumah tangga yang biasa di angkut mulai membeludak. Begitu juga dengan TPS di depan Pasar Rampai Rezeki.


Selain itu, tumpukan sampah juga terlihat di pemukiman warga Kampung Sawah Indah (Sawin).


Iskandar, Sekretaris LSM Lentera Kabupaten Lingga mengatakan, sejak tiga hari terakhir TPS sampah yang berada di Pasar Daik dan Kampung Cening tak diangkut. Menumpuknya sampah, dikatakan Iskandar membuat bau busuk.


"Pemberhentian petugas ini, membuat sampah-sampah tak diangkut. Selain bau busuk, sampah-sampah ini juga berpengaruh buruk terhadap udara disekitar pemukiman dan jika dibiarkan akan menjadi sarang peyakit," papar Iskandar, Rabu (3/6).


Penghentian honorer dan THL yang terjadi di Lingga, menurut hemat Iskandar adalah langkah yang salah. Ia menilai, kebijakan tersebut selain merugikan dan menghilangkan pekerjaan masyarakat, membuat dampak serius menumpukknya sampah dipemukiman warga. Ia minta, pemerintah dapat mencarikan solusi agar ada penyelesaian banyaknya sampah di Kelurahan Daik yang semakin mebusuk.


"Sekarang dampaknya tidak hanya soal ekonomi masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Dimana hati nurani Pemda kita. Ini harus ada solusi. Baru tiga hari sampah sudah menumpuk, bagaimana kalau seminggu atau sebulan," ujarnya kecewa dengan sikap Pemda.


Sementara itu, di tempat lain, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga, Mira Gustilawati ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan juga bingung dengan keadaan seperti ini. Kita minta partisipasinya saja dari masyarakat. Sampah-sampah itu masukkan aja dulu didalam TPS tersebut. Yang jelas kita masih menunggu anggaran untuk melanjutkan kegiatan ini, tuturnya.