Dinas Perkejaan Umum Lingga Istirahatkan 140 Tenaga Kebersihannya

Diterbitkan oleh pada Rabu, 3 Juni 2015 15:54 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.039 kali ditampilkan

LINGGA - Menyusul efesiensi anggaran yang masih belum jelas hingga pertengahan tahun ini. Kini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga pula mengistirahatkan sebanyak 140 orang tenaga harian lepas (THL) bagian kebersihannya, Jum'at lalu (29/5/2015).


Para THL tersebut akhirnya bernasib sama dengan THL yang telah lebih dulu di istirahatkan oleh beberapa SKPD sebelumnya. Sebanyak 140 THL kebersihan yang diistirahatkan tersebut dinonaktifkan mulai 1 juni sampai terbitnya anggaran perubahan. Sementara untuk tanggal 12 juni mendatang, para THL kebersihan ini dikumpulkan untuk pembayaran gaji mereka yang belum terbayar, terhitung tiga bulan belum terbayarkan mulai bulan Maret hingga bulan Mei.


Amrullah, Kasi Bagian Kebersihan Dinas PU kepada media ini mengatakan, alasan terjadinya penonaktifan THL ini dikarenakan anggaran kegiatan rutin bagian kebersihan dan pertamanan belum terinput dalam rekapitulasi anggaran perubahan tahun 2015.
Sesuai dengan surat edaran yg dikeluarkan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lingga,  ternyata anggaran kegiatan tersebut tidak muncul.


"ya dari surat edaran yang dikeluarkan setda, ternyata anggaran rutin untuk kebersihan dan pertamanan tidak muncul. Terpaksa kita nonaktifkan dulu.” kata Amrullah.


Kemudian lanjut Amrullah, Dinas PU telah berupaya mempertahankan para THL ini, khusunya bagian kebersihan tersebut. "ya mau bagaimana lagi, telah kita upayakan semaksimal mungkin anggaran tidak muncul juga sama sekali. Jadi kami terpaksa mengistirahatkan sementara menyusul terbitnya anggaran perubahan nantinya," paparnya.


Sementara itu, salah seorang THL kebersihan yang tidak mau menyebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemkab Lingga. Tetapi Ia tetap mengerti dengan keputusan yang terjadi karena mau tidak mau keputusan harus diterima. Namun, ia tetap akan menagih janji pembayaran gaji yang tertunda beberapa bulan terakhir.


“Ya semua tergantung yang punya wewenang , kita orang kecil ini nurut saja terhadap keputusan tersebut. Saya hanya pasrah saja, tapi janji ya harus ditepati jangan sampai nanti gaji saya dan kawan-kawan tak dibayar.”imbuhnya.


Setelah diistirahatkan, rata-rata THL tersebut belum punya rencana pekerjaan lain sebagai pengganti untuk mengatasi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka. Ditambah dengan kondisi bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang dikhawatirkan akan semakin mempersulit kondisi perekonomian mereka.