Pemadaman Listrik Ganggu Proses Belajar Mengajar di Sekolah
TANJUNGPINANG - Pemadaman listrik yang terus dilakukan PLN membuat proses belajar mengajar di SMKN 4 Tanjungpinang dan berbagai sekolah lainnya mengalami gangguan.
Pantauan Terkininews.com di SMKN 4 Tanjungpinang, pemadaman listrik itu ikut mempengaruhi suasana pembelajaran.
Wakil kepala sekolah SMKN 4 Tanjungpinang Burhan Yasan, Rabu (06/03/2015), mengatakan kadang kala memberi penjelasan kepada siswa dengan metode manual.
“Kita tidak bisa gunakan powerpoint dan program lain yang lebih cepat ditangkap murid,” tuturnya. Proses seperti itu terpaksa dilakukan karena proyektor yang biasa digunakan saat belajar mengajar tidak bisa dihidupkan, jelasnya.
Di sekolah itu, memang dulu sempat disediakan genset sebagai cadangan daya. Namun dengan sarana dan bangunan yang lebih lengkap hal itu menjadi tidak dijangkau lagi oleh mesin genset. Akibatnya saat terjadi pemadaman listrik, para murid harus belajar manual tanpa presentasi dari guru yang bersangkutan.
Burhan Yasan, menyatakan pemadaman listrik memang cukup mengganggu proses belajar mengajar. Pasalnya, para guru kadang kala menggunakan proyektor untuk mengunggah bahan ajar dan disampaikan ke murid.
Dia mengharapkan agar PLN mempercepat proses penyelesaian krisis listrik di Tanjungpinang untuk mengurangi gangguan dalam proses belajar mengajar di sekolah. “Bagaimana kita mau mendorong penggunaan teknologi di sekolah kalau sumber energinya bermasalah,” kata dia.
Informasi yang diperoleh awak media di beberapa sekolah pemadaman listrik ini memang menggangu proses belajar mengajar hingga listrik bisa hidup yang biasanya mengalami durasi padam dua hingga empat jam.

